Health and Beauty

Anda Sering Lupa? Jangan Dianggap Hal Biasa

LUPA yang sering terjadi pada orang-orang yang telah berumur sering diartikan sebagai kondisi biasa.

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - LUPA yang sering terjadi pada orang-orang yang telah berumur sering diartikan sebagai kondisi biasa.

Namun belakangan fenomena tersebut mulai disadari sebagai suatu masalah yang harus dituntaskan agar kualitas hidup para orang tua menjadi lebih baik.

Adalah Alzheimer, dugaan penyakit yang menyerang orang berusia lanjut tersebut. Spesialis neurologist/spesialis saraf dr Harly MT Lumbantoruan Sp S dari RS Siloam Jambi mengatakan orang-orang yang menderita Alzheimer akan kembali seperti anak-anak.

Kemampuan menurun, sering lupa, sering salah meletakan barang, curiga, gampang marah dan tersinggung.

"Alzheimer termasuk golongan penyakit degeneratif, penyakit yang muncul diusia tua, 60 tahun lebih. Makin tua frekuensi kejadiannya semakin besar. Ini masalah dari dulu di Indonesia. Cuma belakangan kesadaraan masyarakat akan penyakit ini meningkat," katanya, pekan lalu.

Pada tahap awal, penderita Alzheimer ditunjukkan dengan gejala sering lupa. Lupa meletakkan benda dan lupa dengan teman-temannya.
Pada tahap menengah, ia bisa lupa dengan keluarga serta kebiasaan lain seperti lupa bila sudah makan atau sudah mandi.
Pada stadium akhir, penderita Alzheimer bisa sampai ngompol atau buang air besar di sembarang tempat.

Kondisi parah, ia keluar rumah namun tidak tahu jalan pulang. Fungsi kognitif, memori dan beberapa fungsi syaraf lain menurun cukup drastis.

Oleh sebab itu, sangat penting mengenali penyakit alzheimer sejak dini sebelum kondisinya semakin parah. Keluarga diharapkan lebih aware ketika orang tua mulai mengeluhkan sering lupa.

"Kalau orang tua sering mengeluh lupa atau keluarga melihatnya sering lupa meletakan sesuatu, keluarga harus lebih aware. Apakah itu berkaitan dengan penyakit atau hal lain. Kedua jika ada perubahan perilaku orang tua. Biasanya tidak pemarah tiba-tiba jadi suka marah-marah," katanya.

Ditegaskan dr. Harly kondisi lupa yang dialami orang lanjut usia tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena walau bagaimanapun lupa adalah suatu kemunduran dan tidak boleh dianggap biasa.

"Kita harus melihat bahwa ini ada sesuatu yg berubah. Apakah karena penyakit atau gangguan konsentrasi. Harus digali lebih dalam," tegasnya.

Jika alzheimer tidak dikenali dan diobati sejak dini maka kondisinya akan semakin berat. Tentunya, pada saat stadium akhir penderitanya akan sangat tergantung dengan keluarga untuk segala sesuatunya.

"Kedua, masalah kebersihan diri. Karena dia lupa mandi, buang air besar di sembarang tempat, berarti pasien alzheimer rentan terinfeksi. Jika tidak dilakukan perawatan tentu akan menimbulkan kematian. Tapi bukan karena alzheimernya melainkan karena dampaknya," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved