EDITORIAL
Menata Transportasi untuk Lebaran
RAMADAN baru berjalan enam hari. Namun aktivitas masyarakat, termasuk di Provinsi Jambi, belakangan ini sudah diriuhkan oleh rencana berlebaran,
RAMADAN baru berjalan enam hari. Namun aktivitas masyarakat, termasuk di Provinsi Jambi, belakangan ini sudah diriuhkan oleh rencana berlebaran, yang masih lebih dari tiga minggu lagi.
Pusat-pusat perbelanjaan mulai membujuk konsumen dengan beragam produk bernuansa lebaran. Begitupun di sektor transportasi.
Lebaran menjadi puncak pergerakan manusia dari perkotaan ke kampung halaman, termasuk di Provinsi Jambi. Baik itu pergerakan antar provinsi maupun dalam provinsi. Perpindahan keriuhan dari kota ke daerah, membutuhkan fasilitas transportasi yang mumpuni dan terlaksana dengan baik.
Jelang Ramadan 1437 Hijriah, sejumlah moda transportasi mulai berbenah diri. Moda udara, jauh- jauh hari sudah dilirik konsumen untuk mendapatkan seat dengan harga termurah. Hingga saat ini, rerata harga promosi maskapai sudah habis terjual. Sementara selama Ramadan, saat load factor cenderung rendah, maskapai membujuk pelanggan dengan harga promosi.
Tak beda jauh dengan moda transportasi darat. Sejumlah travel -besar dan kecil serta perseorangan- pun mulai diburu calon penumpang. Tidak cuma menawarkan seat, melainkan juga prinsip rental. Kebutuhan yang tinggi akan mobil rental menjadi godaan yang menggiurkan bagi sejumlah pihak. Untung berlipat menjadi target.
Seperti pengakuan sejumlah pemilik kendaraan, yang memilih menyewakan kendaraannya pada musim mudik. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang meningkatkan armadanya untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Kebutuhan sarana transportasi yang tinggi pada momen Idul Fitri ini sangat berpotensi untuk menimbulkan keluhan dan penyimpangan jika tidak dikelola dengan baik. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai tentang ketersediaan transportasi mudik. Karena, tidak semua anggota masyarakat mengerti tentang hak dan kewajibannya dalam bertransksasi di sektor transportasi.
Meski arus mudik di Provinsi Jambi tidak seriuh mudik di Pulau Jawa, pemerintah - di tingkat provinsi dan kota/kabupaten - semoga sudah mempunyai perencanaan yang komprehensif dalam transportasi mudik tahun ini. Tidak cuma informasi tentang ketersediaan fasilitas transportasinya, melainkan juga dari sisi keamanannya. Keamanaan kendaraannya dan perjalanan saat di jalan, laut, dan udara hingga mereka tiba di tempat tujuan.
Evaluasi terhadap situasi Lebaran tahun lalu dapat menjadi bahan acuan untuk memperbaiki dan memperlancarkan arus mudik tahun ini. Kelemahan yang terjadi tahun lalu harus dihindarkan. Perusahaan angkutan yang tahun lalu dinilai tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik perlu diteliti lebih jauh, apakah dapat kembali melayani masyarakat.
Pada situasi puncak inilah penataan transportasi massal diuji. Kesiapan dan koordinasi pihak-pihak terkait jelang dan saat lebaran ini akan menentukan kelancaraan mudik lebaran. (*)