EDITORIAL

Jaga Ikan Kita

SUNGAI Batanghari yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Sumatera sesungguhnya menjadi habitat bagi banyak jenis air ikan tawar.

Editor: Duanto AS

SUNGAI Batanghari yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Sumatera sesungguhnya menjadi habitat bagi banyak jenis air ikan tawar. Tapi, itu cerita dulu.

Sekarang seiring pencemaran yang terjadi di Sungai Batanghari, keberadaan ikan-ikan spesies khas Jambi tersebut mulai susah ditemui. Nelayan jarang lagi mendapatkannya. Terancam punah.

Banyaknya aktivias penambangan emas tanpa izin atau PETI di daerah hulu menjadi penyebabnya. Sekarang ini, masyarakat menjadi waspada dengan kondisi air Sungai Batanghari.

Saat ini tak kurang dari 11 spesies ikan Jambi terancam punah. Demikian keterangan yang dibeber Tedjo Sukmono, dosen biologi Universitas Jambi. Dari sebelas spesies itu menurutnya tingkat risiko ancaman punah berbeda‑beda. Masing‑masing yang terancam adalah arwana silver, ridiangus, putak dan belida.

Lalu, tiga lainnya yaitu, lais kaca, parang bengkok, dan sepat mutiara hampir terancam atau dalam istilah ilmiahnya near threatened. Sedangkan, kerapu rawa, tilan, flying fox, botia dalam risiko rendah (least concern). Gurami coklat mulai sulit ditemukan, masih belum dievaluasi (not evaluate).

Jelas, bahwa ada perubahan pada sungai di Jambi. Utamanya Sungai Batanghari. Bukan hanya PETI, illegal logging tapi juga alih fungsi lahan yang ujung-ujungnya memberi dampak terhadap perairan.

Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi juga mencatat fenomena adanya kelangkaan sejumlah spesies ikan Jambi. Hanya saja, jumlah spesies ikan Jambi yang terancam punah lebih sedikit dibanding data yang dibeber Tedjo.

Kepala DKP Provinsi Jambi Saifuddin, mengatakan sampai saat ini hanya tinggal 131 spesies ikan Jambi. Ironisnya, yang baru dibudidayakan baru sekitar 29 spesies ikan.

Dengan ancaman punahnya ikan-ikan tersebut, semua pihak harus cepat menyadari.PETI yang diyakini jadi biang mulai langkanya ikan-ikan tersebut harus menjadi perhatian bersama, pemerintah dan juga masyarakat. Jika lingkungan kita rusak, bukan hanya manusia yang menanggung akibatnya, hewan yang hidup di air juga menjadi korban. Jagalah ekosistim ikan-ikan kita. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved