Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perbankan

Permintaan Lesu, Bankir akan Revisi Target Kredit

Tren kredit perbankan terus turun dari 9% di Januari 2016 menjadi 7% di April 2016. Alasan ini

Editor: Fifi Suryani
KONTAN/CHEPPY A. MUKHLIS

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tren kredit perbankan terus turun dari 9% di Januari 2016 menjadi 7% di April 2016. Alasan ini membuat para bankir sedang berpikir untuk kaji ulang rencana bisnis pada semester II-2016. Pasalnya, ekonomi yang lesu membuat para debitur tahan diri untuk menarik kredit, dan bank selektif untuk mencairkan kredit kepada debitur.

Direktur Utama PT Bank Permata Tbk Roy A. Arfandy mengatakan, sedang tahap finalisasi untuk pangkas target kredit di semester II-2016 ini karena kenaikan risiko kredit bermasalah pada beberapa sektor. "Kemungkinan kredit akan revisi ke bawah," katanya, kepada KONTAN, Kamis (9/6).

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk A. Siddik Bahruddin mengatakan, berencana untuk memangkas target pertumbuhan kredit di tahun 2016, karena perlambatan ekonomi membuat permintaan pinjaman tidak besar. “Kredit akan direvisi menjadi 10%,” ucapnya.

Bank berlogo pita emas ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12%-14% pada awal tahun 2016. Sayangnya, target kredit tersebut tak sejalan dengan permintaan kredit yang terus lambat. Mandiri mengharapkan segmen kredit ritel dapat tumbuh dua digit, sedangkan segmen kredit korporasi hanya tumbuh satu digit.

Direktur Keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk Vera Eve Lim mengatakan, akan melakukan penyesuaian rencana bisnis di semester II karena selama lima bulan permintaan kredit terus lesu. “Sepertinya kredit akan lebih rendah dan ke arah bawah karena memang permintaan tidak ada,” ungkap Vera.

Danamon menargetkan pertumbuhan kredit 10% di tahun 2016 ini selanjutnya kredit akan mengarah di bawah 10%. Segmen kredit otomotif seperti sepeda motor adalah penyebab terjadinya perlambatan kredit, sedangkan segmen usaha kecil dan menengah (UKM), komersial dan trade finance masih ada permintaan kredit.

Direktur Korporasi PT Bank Maybank Indonesia Tbk Eri Budiono mengaku juga sedang kaji rencana untuk koreksi target pertumbuhan kredit karena kredit belum cair. Tanpa menyebutkan angka, revisi kredit akan turun sedikit dari target.

Berdasarkan data uang beredar oleh Bank Indonesia (BI) kredit bank hanya tumbuh 7,71% menjadi Rp 4.036,3 triliun per April 2016 dibandingkang posisi Rp 3.747,3 triliun per April 2015. Kredit tersebut mengalir ke kredit konsumer Rp 1.162,9 triliun, kredit modal kerja Rp 1.846,6 triliun dan kredit investasi Rp 1.026,7 triliun.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved