Aktivitas PETI

Wow! Seorang Penambang Ilegal di Jambi Bisa Hasilkan 120 Kg Emas/Tahun

Emas yang dihasilkan dari perut bumi Jambi ternyata tidak sedikit. Dari satu pelaku penambangan

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Emas yang dihasilkan dari perut bumi Jambi ternyata tidak sedikit. Dari satu pelaku penambangan emas tanpa izin alias PETI saja, setahun bisa dihasilkan 120 kilogram emas. Padahal ada begitu banyak aktivitas PETI yang utamanya tersebar di Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Bungo.

Jumlah tersebut terungkap dari mulut Ferdiansyah (25). Ia satu dari tiga orang yang ditangkap personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Jambi terkait penambangan emas yang sudah merusak lingkungan tersebut.

Dari ketiganya yang ditangkap di Kabupaten Sarolangun, polisi mengamankan emas sebanyak 4,1 kg. Adapula perak sebanyak 12 kg lebih.

Kepada wartawan mereka mengaku hanya memasak emas dari bosnya yang berinisial AL. Dalam seminggu, ia dan kedua rekannya bisa menghasilkan 2 hingga 3 kg emas murni dalam bentuk batangan.

"Tergantung bahan dari bos berapa banyak. Itulah yang dimasak. Seminggu kami masaknya dua kali," kata Ferdi.

Ia melanjutkan, selama setahun lebih ia dan kedua rekannya bekerja sebagai pengelola. “Sebanyak 120 kg emas sudah dimasak. Kami sebulan digaji Rp 3 juta. Kita dak tau dari mana dapatnya emas itu. Kita cuma masak saja. Seminggu dua kali bisa memasak 2 sampai 3 kg rata-rata tidak termasuk perak," ungkapnya saat digelar ekspos oleh Polda Jambi, Senin (6/6).

"Soal bawa-membawanya emas itu kami tidak tahu bos kamilah yang memodali semuanya," kilahnya seraya mengatakan bosnya sedang tidak di tempat dan tak mengetahui posisi cukongnya itu.

Dua rekan Ferdiansyah adalah Yogi Firmansyah (22) dan Wendi (27) yang bertugas memasak emas. Berdasarkan keterangan penyidik, ketiganya ditangkap pada Kamis (2/6) sekira pukul 19.00 di sebuah rumah berbentuk gudang di kawasan Jalan SMA 1, RT 8, Kelurahan Sukasari, Kabupaten Sarolangun.

Saat itu ketiganya sedang memasak emas hasil PETI. Rencananya, 1 kg emas dijual oleh pelaku seharga Rp 520 juta. Jadi total dari barang bukti yang diamankan senilai Rp 2,1 Miliar.

Saat ekspos yang dipimpin oleh Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani barang bukti dibeber. Emas tangkapan dari Sarolangun seberat 4,1 kg dalam bentuk batangan dan pasir emas. Lalu perak seberat 12,5 kg, kompor, mangkuk untuk memasak emas, tabung gas 13 kg, jeriken berisi air keras, alat pencetak emas dan lima buah tabung kaca bening.

Sebelumnya, Polda Jambi mengamankan tiga tersangka PETI Merangin yakni Admiral, Nazarudin sebagai pekerja pemasak emas dan M Zen selaku pemodal yang juga memiliki toko emas di Merangin. Barang bukti yang diamankan yakni 2,3 kg emas senilai Rp 1,8 miliar dan 7,9 Kg perak yang dijual ke Sumatera Barat.

Tertotal, Polda Jambi sudah mengamankan 17 kg lebih emas dari 8 kasus PETI di Provinsi Jambi. Dari kasus-kasus tersebut pun sudah ada yang naik ke meja persidangan bahkan sudah ada yang vonis.

Perbuatan tersebut sudah masuk kategori home industry yang tidak memiliki izin sehingga melanggar pasal 161 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba jo pasal 55 (1) KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

"Enam tersangka PETI kita amankan. Enam kilogram emas ini bernilai miliaran rupiah. Ini komitmen kita dalam menindak PETI," ujar Kapolda.

Ketika ditanya keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus PETI, ia langsung membantah. “Kita masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini," katanya. Hingga saat ini pemilik berinisial AL yang merupakan warga Sumatera Barat yang tinggal di Sarolangun tengah diburu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved