W Sudah Merokok sejak SD
W sedang memperbaiki motornya. Memeriksa bagian-bagian motor bebeknya, sambil sesekali menghisap rokok yang dijepitnya antara jari telunjuk dan tengah
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM - W sedang memperbaiki motornya. Memeriksa bagian-bagian motor bebeknya, sambil sesekali menghisap rokok yang dijepitnya antara jari telunjuk dan tengah kanannya.
Dia tertawa saja saat ditunjuk kawannya paling tahu soal rokok. Salah satu yang menunjuk adalah H yang juga satu sekolahan dengan W dan dua teman lainnya.
Mereka berempat adalah siswa beberapa SMP di Kota Jambi. Mereka nongkrong di kawasan SMP 7.
H sendiri mengatakan sudah mencoba beberapa jenis rokok sejak kelas 5 Sekolah Dasar. "Awalnya ya diajak-ajak kawan tu lah," katanya.
Setelah diajak-ajak dia keterusan dan dalam rokok pun tidak lepas dalam pergaulannya. Dia mengungkapkan pelbagai rasa rokok yang sempat dicobanya.
"Ada yang pahit, ada yang manis. Kalau itu agak manis," ungkapnya ketika ditanyakan rasa salah satu merek rokok.
Sementara tak jauh dari situ, di sebuah tempat makan banyak siswa yang masih menggunakan celana biru dan putih abu-abu merasakan nikmatnya rokok. Asap hasil pembakaran tembakau di dalam tempat makan itu menggumpal hingga keluar lewat jendela. Di tempat makan itu siswa tinggal membeli rokok ketengan atau membeli per batang.
Pantauan Tribun di waktu yang berbeda seorang siswa SD berjalan sembari menjepit rokok yang sedang terbakar di jarinya.
Jika H, W dan siswa sekolah lainnya merokok di dekat sekolah, area perkantoran pun tak absen dari asap rokok. Beberapa tempat ditempeli peringatan dilarang merokok dan area bebas rokok.
Abu Bakar selaku humas Pemerintah Kota (pemkot) mengatakan larangan merokok di perkantoran. "Di lingkungan pemerintah bebas asap rokok. Kalau mau merokok di luar lingkungan kantor pemerintah," katanya.
Meski pun begitu asbak-asbak di beberapa ruangan ber-AC di pemkot tetap saja penuh abu rokok. Tempat sampah di dekat ruangan wali kota juga disediakan tempat merokok.
Herlambang selaku ketua Ikatan Dokter Indonesia perwakilan Jambi mengatakan bahwa wilayah kantor dan sekolah itu tidak boleh merokok.
"Orang tua harus pendekatan pada anak-anak terkait ini. Guru juga harus razia," ungkapnya.
Dia melihat kadang orang tua juga tidak mencontohkan. "Pengawasan orang tua kadang lengah, kadang merokok di depan anak," katanya.
Herlambang mengatakan rokok dapat mengganggu perkembangan otak anak. "Karena nikotin masuk darah, sering ngantuk, susah berpikir," katanya.
"Bagi yang punya bakat kanker paru bisa tumbuh dengan cepat," ungkapnya.
Dia mengatakan bagian yang paling berbahaya itu Tar-nya. "Itu racunnyo nian, semuanyolah racun," katanya sembari tertawa di seberang telepon Tribun.
Menurut Herlambang fase yang rentan adalah saat sekolah menengah. "Saat fase coba-coba. Dan itu fase coba-coba yang bahaya," ungkapnya.
Persoalan kabar bahwa merokok di ruangan ber-AC lebih berbahaya, Herlambang membenarkan. Racun yang dikeluarkan oleh rokok diputar oleh air conditioner dan dihisap lagi dalam paru-paru. Dia mengkonfirmasi bahwa paru-paru lebih cepat rusak ketika merokok di ruang ber-AC.
"CO2 itu berputar dan kita hisap lagi," ungkapnya.
Dia mengimbau masyarakat bahwa bahaya merokok tidak datang langsung. Namun lebih pada jangka waktu yamg panjang.
"Merokok akibatnya tidak sekarang. Tidak hati ini tapi besok atau lusa, jangka panjang," katanya.
"Bisa saat merokok unur dua puluh kenanya umur 30," tambah Herlambang.
Dia menambahkan bakat kanker paru bisa lenih cepat muncul. "Akibatnya tidak hari ini," tegasnya.(Jaka Hendra Baittri/arn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pelajar-merokok_20160602_103824.jpg)