Ini Penjelasan Ilmiah Manusia Bisa Merasakan saat Ada Seseorang Menatapnya?

Kita semua pasti pernah merasakan seperti sedang ditatap orang lain. Kita pasti akan merasa gelisah atau selalu mencari-cari siapa yang sedang melihat

Ini Penjelasan Ilmiah Manusia Bisa Merasakan saat Ada Seseorang Menatapnya?
net
Ilustrasi

MANUSIA memiliki Sistem Deteksi Tatapan. Sistem ini sangat sensitif dan dapat memberi tahu kita ketika seseorang menatap kita secara langsung.

Kita semua pasti pernah merasakan seperti sedang ditatap orang lain. Kita pasti akan merasa gelisah atau selalu mencari-cari siapa yang sedang melihat kita. Tak ada yang salah dengan itu. Reaksi muncul karena otak kita memberi isyarat kalau ada orang yang sedang melihat kita.

"Bukan berasal dari indera keenam, persepsi berasal dari sistem di otak yang khusus untuk mendeteksi di mana posisi orang yang menatap ktia," tulis psikolog sosial Ilan Shrira. Konsep ini mungkin terdengar membingungkan, tapi itu benar dan merupakan naluri bertahan hidup.

Manusia memiliki sistem yang disebut Sistem Deteksi Tatapan atau Gaze Detection System. Sistem ini sangat sensitif ketika seseorang melihat kita secara langsung. Studi juga telah menemukan bahwa sel-sel tertentu hidup ketika hal ini terjadi.

Persepsi tatapan merupakan kemampuan mengetahui apakah ada seseorang yang sedang menatap kita. Kemampuan ini mungkin datang secara alami, tapi sebenarnya itu bukan hal sederhana. Ada banyak sel yang harus melakukan banyak pekerjaan di dalam otak kita.

Ketika 'menangkap' seseorang sedang menatap kita, petunjuk yang kita peroleh sangat sederhana, seperti posisi kepala atau tubuh seseorang. Jika kepala mereka menoleh atau tubuhnya merngarah kepada kita, sudah jelas kemana pandangan mereka diarahkan. Lebih jelas lagi, ketika tubuh seseorang tak menghadap kita, tetapi kepalanya justru menghadap kita. Ketika terjadi hal semacam ini, secara otomatis kita akan segera melihat ke mata seseorang untuk mengetahui kemana mereka menatap.

Pupil dan iris manusia lebih gelap dari bagian putih bola mata yang dikenal sebagai sklera, dan kontras inilah yang membuat manusia dapat merasakan tatapan orang lain yang menuju kearahnya.

Tapi ketika posisi kepala dan tubuh tidak memberikan banyak informasi, penelitian menunjukkan bahwa kita masih dapat mendeteksi tatapan orang lain dengan sangat baik karena penglihatan tepi kita. Manusia berevolusi menjadi sensitif dalam hal ini untuk bertahan hidup.

Clifford pernah melakukan pengujian dengan meminta peserta penelitian untuk menunjukkan di mana orang yang sedang melihatnya. Ia menemukan bahwa ketika orang tidak bisa menentukan arah tatapan karena kondisi gelap atau wajah yang mengenakan kacamata hitam, orang biasanya berpikir mereka sedang diawasi. Dia menyimpulkan bahwa ketika orang tidak yakin posisi orang yang melihatnya, maka otak kita memberitahu bahwa kita sedang diawasi.(Ali Fatur Rohmah/Sumber: Mnn.com)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved