Kurangi Rasa Sakit Saat Dicambuk, Pria Ini Nekat Pakai Baju 6 Lapis

Ada yang menarik dari prosesi eksekusi cambuk yang berlangsung pada Kamis (27/5/2016) siang

Editor: Fifi Suryani
Kompas.com/ Iwan B
Seorang pelanggar syariat islam sedang membuka pakaiannya satu persatu saat jeda per 20 kali cambukan pertama, Kamis (26/6/2016). Pria berinisial DS (35 tahun) ini ternyata kedapatan mengenakan pakaian berlapis serta menempelkan busa dibagian belakangnya untuk menghindari rasa sakit akibat cambukan algojo. 

TRIBUNJAMBI.COM, TAKENGON - Ada yang menarik dari prosesi eksekusi cambuk yang berlangsung pada Kamis (27/5/2016) siang di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Pria yang terkena hukuman cambuk, DS (35), ternyata memakai enam lapis baju ditambah pelapis seperti busa mebel di bagian belakang badannya, tepat di tempat rotan cambukan berlabuh.

Cara DS itu terungkap saat tim medis dari RSU Datu Beru yang berada di belakang panggung eksekusi memeriksa kondisi kesehatan terpidana saat jeda cambukan pertama.

Untuk diketahui, terpidana pelanggar qanun jinayat menerima uqubad cambuk sebanyak 100 kali yang dilakukan algojo dengan jeda per 20 kali cambukan.

Saat jeda tersebut, DS diminta membuka baju di bagian belakangnya. Awalnya, petugas medis sempat mengalami kesulitan untuk mengecek luka di badannya akibat cambuk tersebut karena pakaian yang dikenakan DS ternyata berlapis enam, bahkan ada busa yang biasa digunakan untuk mebel seperti sengaja dilekatkan di bagian belakang badannya.

"Wah, kalau begini curang, ternyata dia pakai lapisan," kata seorang warga yang menyaksikan pria itu membuka bajunya satu per satu.

Setelah ketahuan, DS pun melepas semua pakaiannya. Akhirnya dia hanya mengenakan sebuah pakaian putih yang biasa dipakai pelanggar syariat Islam saat akan menerima eksekusi cambuk.

Diduga, DS nekat melakukan tindakan itu untuk mengurangi rasa sakit karena harus menerima 100 cambukan.

Algojo kembali membawa sebilah rotan, sedangkan personel Kejari membacakan angka cambukan, prosesi hukum cambuk tahap berikutnya kembali dilakukan.

Saat Kompas.com berkesempatan langsung menyaksikan pemeriksaan oleh tim medis pada saat itu, sejumlah luka bergaris di badan DS tampak parah akibat 20 cambukan setelah jeda pertama.

Sedangkan pasangannya, MS (23), nyaris pingsan menahan rasa sakit setelah cambukan ke-100 kali mendarat di badannya. MS pun diberi pertolongan dan dibawa masuk ke ambulans yang telah disiapkan oleh RSU Datu Beru di lokasi tersebut.

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved