Gerakan yang Sudah Dimulai Sigi Wimala Sejak Masih Pacaran

Di antara cerita itu datang dari artis Sigi Wimala, yang memulainya gara-gara pacaran, dengan selipan cerita lucu

Gerakan yang Sudah Dimulai Sigi Wimala Sejak Masih Pacaran
KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI
Sigi Wimala setelah selesai rampok plastik di Kota Kasablanka, Kamis (28/4/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – Ada banyak cerita soal membangun kebiasaan baik seperti meminimalkan pemakaian kantong plastik. Di antara cerita itu datang dari artis Sigi Wimala, yang memulainya gara-gara pacaran, dengan selipan cerita lucu dalam perjalanannya.

“Kalau belanja ke supermarket, saya biasanya membawa kantong belanja sendiri. Sudah 7-8 tahun,” ujar Sigi saat konferensi pers sosialisasi tas belanja berulang kali pakai dari Tempo Scan Love Earth, Kamis (28/4/2016).

Awalnya, Sigi mengaku kesulitan juga memulai kebiasaan meminimalkan pemakaian kantong plastik. Terlebih lagi, saat itu belum ada kebijakan plastik berbayar di toko-toko ritel.

“Gerakan yang saya mulai ini sebenarnya sudah didahului oleh suami, yang waktu itu masih pacaran,” ujar Sigi. Suaminya adalah Timo Tjahjanto, seorang sutradara.  “Jauh sebelum saya, dia sudah punya kebiasaan itu,” imbuh dia.

Lupa, sebut Sigi, adalah tantangan terbesar saat memulai kebiasaan membawa kantong belanja berulang pakai dari rumah.

“Kadang (kantong belanja) suka ketinggalan di rumah. (Untungnya), suami saya selalu menyediakan di dalam mobil,” kata dia.

Menurut Sigi, mengingat dan memikirkan ulang dampak sampah plastik merupakan jurusnya membangun kebiasaan baru itu.

Thinkstock Ilustrasi timbunan sampah plastik

“Kita hidup di tengah ancaman global warming. Terlebih lagi, ada fakta bahwa plastik membutuhkan waktu 1.000 tahun agar terurai sempurna. Hal kecil seperti membawa kantong belanja sendiri, bisa berguna sekali bagi bumi,” papar Sigi.

Cerita lucu pun terselip dalam perjalanan Sigi membangun kebiasaan meminimalkan pemakaian kantong keresek.  

Sebelum ada kebijakan kantong plastik berbayar, banyak pegawai dan kasir supermarket yang malah kebingungan melihat dia membawa kantong belanja dari rumah.

“Saat belanja, kantong belanja yang saya bawa mau di-scan karena dikira belanjaan dari dalam (supermarket),” sebut dia sembari terkekeh.

Baru belakangan setelah ada kebijakan kantong plastik berbayar, kebingungan-kebingungan yang pernah Sigi temui dulu tak lagi terjadi. Kebijakan itu membuat pemandangan konsumen membawa tas belanja dari rumah sebagai hal lumrah.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved