Advertorial

Pengurus GAPKI Jambi Periode 2016-2019 Resmi Dilantik

BERTEMPAT di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (19/5) Ketua umum GAPKI pusat, Joko Supriyono, resmi melantik

Editor: Fifi Suryani
Ist
Pelantikan Pengurus GAPKI Jambi periode 2016-2019. 

TRIBUNJAMBI.COM - BERTEMPAT di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (19/5) Ketua umum GAPKI pusat, Joko Supriyono, resmi melantik pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi, periode tahun 2016-2019.

Dalam sambutannya, Joko Supriyono, mengajak pengurus baru bisa melanjutkan program yang sudah berjalan.

Selain itu, bisa merangkul seluruh perusahaan kelapa sawit, agar bisa bergabung dengan GAPKI, sehingga menjadi kekuatan ekonomi untuk kemakmuran masyarakat Jambi.

“Peran GAPKI lebih nyata, dalam membantu pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, meningkatkan daya saing di pasar internasional,” ujarnya.

Pelantikan ini, dihadiri oleh staf ahli gubernur bidang ekonomi dan keuangan H Tagor Mulia Nasution, yang mewakili Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Hadir juga Kadisbun Provinvsi Jambi, H Budidaya, Kasrem 042 Garuda Putih, Direskrim Polda Jambi, Kepala BNPB Provinsi Jambi, Pembina GAPKI, Ketua GAPKI periode 2013-2016, dan pengurus Cabang GAPKI dari Kaltim, Sumsel, Sumut, Riau, dan Sumbar.

H.Arfinaldi,SE,Ak,QIA,CA, selaku Ketua GAPKI Cabang Jambi periode 2016-2019, mengatakan bahwa saat ini di Jambi masih banyak perusahaan kelapa sawit yang belum bergabung dengan GAPKI.

“Banyak permasalahan pembangunan industri kelapa sawit yang perlu pemikiran bersama, olehkarena itu kepada para pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit, untuk dapat bergabung dengan GAPKI Jambi,” ungkapnya.

Pada hari yang sama, juga digelar seminar nasional dengan tema “Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Provinsi Jambi”.

Seminar dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Jambi, H.Tagor Mulia Nasution. “Pemerintah Provinsi Jambi akan mendorong perusahaan kelapa sawit yang belum bergabung, untuk dapat menjadi anggota GAPKI Cabang Jambi,” ungkap H Tagor.

Sebagai narasumber, hadir dari Gapki pusat, Kadis Perkebunan Provinsi Jambi, Kepala BNPB Provinsi Jambi, Kasrem 042/Garuda Putih, Direskrim Polda Jambi, dengan moderator Tidar Bagaskara.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, ada 198 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengantongi izin, dengan luas lahan sekitar 600 ribu hektare, namun yang tergabung dalam GAPKI jambi baru 31 perusahaan.

Untuk itu, diperlukan peran aktif dari semua perusahaan agar dapat mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved