EDITORIAL
Wacana Penghematan Dewan
Editorial Tribun Jambi.
KUNJUNGAN KERJA (Kunker) atau studi banding sepertinya menjadi sesuatu yang sangat penting bagi para anggota wakil rakyat yang duduk di dewan. Bukan tanpa sebab, dapat dikatakan bahwa setiap tahun, ada banyak kunker maupun studi banding yang dilakukan oleh anggota dewan ke berbagai daerah.
Tak dipungkiri, persoalan studi banding atau kunker yang notabene menyedot anggaran cukup besar ii kerap dipertanyakan. Tak sedikit masyarakat juga bertanya apa yang telah diperoleh dari hasil "jalan-jalan" yang dilakukan oleh anggota dewan.
Tak sedikit beredar di dunia maya, kunker maupun studi banding yang dilaksanakan justru dianggap sebagai liburan. Kondisi inilah yang kerap memancing pertanyaan besar dari masyarakat terkait manfaat kunker ataupun studi banding yang dilakukan.
Selain itu, kerap daerah tujuan kunker ataupun studi banding diilai masyarakat terlalu jauh sehingga dipastikan akan menyedot anggaran baiaya yang cukup besar. Tak sedikit juga yang sampai ke luar negeri. Padahal menurut masyarakat, banyak darah yang tak jauh dan dinilai berhasil serta bisa didatangi untuk diserap ilmunya atas keberhasilan yang telah dicapai tersebut.
Menyikapi anggaran kunker maupun studi banding yang cukup besar serta adanya upaya melakukan penghematan, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pun meminta para pemimpin dan anggota DPRD kabupaten di Indonesia tidak lagi melakukan kegiatan bimbingan teknis dan perjalanan dinas yang tidak perlu.
Wacana yang disampaikan ini tentunya memantik banyak reaksi. Di Jambi sendiri, wacana tersebut langsung mendapat tanggapan. Tak sedikit anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten dan kota yang menolak wacana tersebut. Mereka menganggap kegiatan bimbingan teknis, kunker maupun studi banding dinilai merupakan hal penting guna menambah pengetahuan mereka.
Terlepas wacana penghematan anggaran yang akan dilakukan di dewan, tentunya ada plus minus yang bisa ditarik. Tak dipungkiri, bimbingan teknis maupun kunker ataupun studi banding bisa sangat bermanfaat jika memang wakil rakyat yang melakukan kegiatan tersebut benar-benar menyerap aspirasi dan pengetahuan yang mereka dapat guna ditranferskan untuk kepentingan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan juga mungkin bisa dilakukan dengan lebih selektif dengan memilih daerah yang akan dikunjungi adalah lokasi yang benar-benar sesuai dengan target yang akan mereka dapat. Selanjutnya adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan berbagai informasi penting.
Kini tinggal bagaimana para wakil rakyat kita bisa menjalankan tugasnya dengan baik untuk kepentingan masyarakat sekaligus melakukan pengetatan anggaran yang tentunya dapat dialihkan untuk kepentingan lain. Semoga. (*)