Model Ara yang Dilaporkan Jeremy Thomas Masuk DPO

Bareskrim Polri menetapkan model bernama Maratul Habibah alias Ara Alexander masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Model Ara yang Dilaporkan Jeremy Thomas Masuk DPO
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Istri Jeremy Thomas Ina Indayanti saat menerima penghargaan 50 Indonesias Beautiful Woman di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis Sore (12/04/2012).

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan model bernama Maratul Habibah alias Ara Alexander masuk ke daftar pencarian orang (DPO). Ara dilaporkan oleh artis Jeremy Thomas atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Dipanggil dua kali tidak hadir, dicari di rumahnya Indramayu tidak ditemukan," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Polri Kombes Agung Setya melalui pesan singkat, Rabu (3/5/2016).

Agung mengatakan, Ara diperkirakan melarikan diri ke Singapura. Dalam surat daftar pencarian orang itu, pencarian Ara berdasarkan surat perintah penangkapan Ara yang dikeluarkan Bareskrim Polri pada tanggal 22 April 2016.

Jeremy melaporkan Ara pada 8 April 2015. Penyidikan kasus itu baru dimulai sejak 7 April 2016.

Saat ini, kata Agung, perkara yang dilaporkan Jeremy sudah rampung dan dilimpahkan ke pengadilan. "Betul, perkara sudah P21," kata Agung.

Namun, Ara tidak juga muncul meskipun dipanggil berkali-kali untuk merampungkan pemberkasan.

Dalam kasus ini, Jeremy menganggap Ara mencemarkan nama baiknya dengan mem-posting kata-kata tidak pantas serta memuat foto-foto mengandung muatan pencemaran nama baik yang diunggah di laman Facebook.

Sebelumnya, Jeremy ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan penipuan kepemilikan vila di Ubud, Bali. Ia dilaporkan oleh suami Ara, Patrick Alexander. Namun, Jeremy melaporkan balik Ara atas tuduhan pencemaran nama baik.

Istri Jeremy, Ina Thomas, pun dilaporkan Ara ke Bareskrim Polri. Ara menganggap Ina telah memeras dan mengancamnya melalui sosial media.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved