Kadisdik: Banyak PAUD Mati Suri, Bisa Jadi Honor Guru tak Dibayar

Penyebab tidak aktifnya PAUD di daerah dugaan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bisa jadi karena guru tak dibayar honornya, atau hal lain

Kadisdik: Banyak PAUD Mati Suri, Bisa Jadi Honor Guru tak Dibayar
NET
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Anak usia dini yang mendapatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Jambi masih jauh panggang dari api.

Sebanyak 76.602 orang anak atau sekitar 30 persen anak usia antara 3 sampai 6 tahun di Provinsi Jambi yang baru mendapatkan layanan Pendidikan Usia Dini (PAUD). 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rahmad Derita meminta agar Pemkab/pemkot masing-masing menginventarisir lagi kelembagaan di daerah mereka.

Sementara, Pemprov menurutnya bertanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik PAUD.

"Jangan sampai mati suri, ini mereka sudah di kasih bantuan malah menghilang saja," katanya.

Penyebab tidak aktifnya PAUD di daerah dugaan Rahmad bisa jadi karena guru tak dibayar honornya, atau hal lain. Lagi pula, lanjutnya di pedesaan ada dana desa yang bisa dipergunakan untuk PAUD.

"Sebagian dana desa bisa digunakan untuk peningkatan pelayanan PAUD. Semoga semua punya perhatian yang sama untuk anak usia dini," katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Usia Dini dan Non Formal Informal (PAUDNI) Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Idham Khalik mengatakan dari 11 Kabupaten/Kota, Kabupaen Merangin paling banyak anak yang tak mendapatkan layanan PAUD. Kemudian diikuti oleh Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Barat dan Kerinci.

Menurutnya, Kabupaten Merangin wilayahnya sangat luas. Dimana, banyak desa-desa yang tak memiliki layanan PAUD. Diperkirakan sebanyak lebih dari 40 persen anak di Merangin tidak mendapatkan pelayanan PAUD.

"Seperti di Jangkat dan pedesaan lainnya itu aksesnya cukup jauh sekali, makanya banyak anak anak yang langsung masuk SD saja," katanya.

Idham mengatakan pihaknya sudah memanggil tokoh masyarakat, tokoh agama dan pihak lain untuk membahas pentingnya PAUD ini. Namun, hasilnya belum terlihat. Sementara untuk kabupaten lainnya disebutkan Idham tuntas layanan PAUD untuk semua anaknya.

"Seperti Tanjabtim, Sungai Penuh, Sarolangun itu sudah tuntas dan tidak ada permsalahan lagi mengenai PAUD disana," katanya.

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved