DPRD Bungo 'Serbu' PT BNP, Syarkoni : Harus Diperbaiki
Polemik terkait buruknya sistem pengelolaan limbah dan produksi di PT Budi Nabati Perkasa
Penulis: Awang Azhari | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Polemik terkait buruknya sistem pengelolaan limbah dan produksi di PT Budi Nabati Perkasa (BNP) Kecamatan Pelepat, kini mulai mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Bungo.
Kamis (28/4), pimpinan legistilatif bersama komisi I dan Kantor Lingkungan Hidup Bungo 'menyerbu' perusahaan untuk melihat kondisi rill di lokasi.
Tampak, Wakil Ketua DPRD, Syarkoni bersama anggota dewan lain mengelilingi kolam pengolahan limbah dengan luas kurang lebih empat hektare tersebut.
Selain itu, anggota dewan dan LH dengan diantar pihak manajemen perusahaan memeriksa lokasi produksi dan loading.
Di sana, Syarkoni sempat memberi teguran kepada pihak manajemen terkait banyaknya tumpukan cangkang kelapa sawit yang terkesan dibiarkan dan berada persis di tepi jalan raya.
"Ini harusnya bisa lebih rapi," kata Syarkoni.
Kemudian soal kekokohan tanggul kolam limbah juga mendapat sorotan, dewan minta kolam limbah diperbaiki total. "Itu harus diperbaiki secepat mungkin," tukasnya.
Kalau tidak ada pembenahan, secara tegas disampaikan bahwa DPRD akan merekomendasikan untuk tutup sementara.
"Kita minta perusahaan taati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Saya tegaskan lagi, kalau tidak mengikuti aturan kita minta ditutup. Kita tunggu sampai 21 Mei, perusahaan bilang paling lambat 21 Mei semua yang dianggap bermasalah diperbaiki."
Selain itu, dewan juga meminta dilakukan penghijauan di lingkungan perusahaan agar tampak lebih asri.
"Penghijauan penting, jangan sampai terlihat semrawut seperti itu," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/28042016_dprd-bungo_tinjau_20160428_165656.jpg)