Ini Penyebab Banjir Bandang yang Terjadi di Jambi Menurut BPBD
Banjir parah, karena sudah meluas ke sejumlah wilayah
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: bandot
Arif Munandar: Mau Sampai Kapanpun Akan Tetap Banjir
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banjir bandang akhir-akhir ini merisaukan masyarakat.
Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terus merusak lingkungan khususnya di aliran sungai berdampak bencana banjir bandang di tiga Kabupaten seperti Sarolangun, Merangin dan Bungo.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arif Munandar, selain akibat curah hujan yang tinggi, banjir bandang yang terjadi beberapa pekan terakhir ini akibat alih fungsi lahan dan aktifitas PETI di beberapa wilayah aliran sungai. Hingga membuat beberapa anak sungai menjadi dangkal.
"Banjir kali ini cukup parah, karena sudah meluas ke sejumlah wilayah. Untuk total kerugian masih kita data," katanya.
Menurutnya satu diantara langkah pencegahan agar tidak menjadi semakin parah diperlukan tindakan tegas kepada para pelaku PETI. "Kalau tidak ditindak mau sampai kapanpun akan tetap banjir di tiga Kabupaten itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/28032016-banjir-sarolangun_20160328_134432.jpg)