Musibah Banjir

Jambi Kembali Dikepung Banjir

Hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari belakangan ini membuat tiga wilayah di Provinsi Jambi yakni Merangin,

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari belakangan ini membuat tiga wilayah di Provinsi Jambi yakni Merangin, Sarolangun dan Bungo harus diterjang banjir hingga membuat ratusan rumah terendam sejak Senin malam (26/4).

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, untuk perkembangan banjir di Kabupaten Sarolangun terdapat dua Kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Pauh Desa Sepintun sebanyak 85 rumah terendam. Kemudian di Desa Lamban Sigatal 44 rumah.

Untuk Kabupaten Bungo sendiri banjir juga terjadi khususnya di kawasan Dusun Bedaro Kecamatan Rantau Pandan akibat debit air Sungai Batang Mampun meningkat hingga satu meter. Meski sudah perlahan surut namun sejak pukul 01.00 wib malam tadi sebanyak 235 rumah terendam.

"Selain itu sekitar pukul 21.30 wib tadi malam banjir bandang terjadi di wilayah Tabir Barat khususnya di Desa Ngaol Kabupaten Merangin. Hal ini diakibatkan hujan lebat terus terjadi beberapa hari belakangan ini membuat Sungai Batang Tabir dan Anak sungai disekitarnya meluap," kata Arif Munandar, Kepala BPBD Provinsi Jambi.

Dari laporan yang telah dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada pukul 05.20 WIB Selasa (26/4), di ruas jalan Sungai Pinang - Ngaol Kecamatan Tabir Barat terjadi sedikitnya 5 titik longsor.

"Dari informasi yang kita dapat dari teman-teman di sana, ada satu titik terpanjang sekitar 300 meter longsornya," katanya.

Sebelumnya di Desa Seringat Kecamatan Sungai Manau juga terjadi banjir melanda sekira jam 23.00 Wib Senin Malam. Dari data sementara terdapat satu bangunan pabrik kerupuk jangek home industri milik hanyut dan tak ada yg bisa diselamatkan.

"Perkiraan kerugian sekitar Rp 20 juta, kemudian menurut Kades Seringat jumlah sementara rumah yang terendam sebanyak 30 rumah," katanya.

"Kebutuhan mendesak perlu penanganan pembersihan longsor memakai alat berat jenis escavator. Pemantauan akan dilanjutkan menyusuri dibeberapa wilayah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved