Bayi Milik AJ Meninggal Karena Asfiksia
Namun dari pemeriksaan, diagnosa kandungan AJ sudah berusia 28 -29 minggu atau tepatnya berusia kandungan 7 bulan.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktur Rumah Sakit (RS) Abdul Manap, dr Maulana menjelaskan, saat itu AJ warga RT 5, Kecamatan Suka Sari, Kabupaten Sarolangun datang bersama penjamin IR warga Kelurahan Rawasari, Kecamatan Kotabaru datang ke rumah sakit pada 8 April, sekira pukul 6.55 untuk memeriksa kandungannya.
Namun dari pemeriksaan, diagnosa kandungan AJ sudah berusia 28 -29 minggu atau tepatnya berusia kandungan 7 bulan.
"Saat itu sudah ada tanda-tanda akan melahirkan dari si pasien, lalu diperiksalah oleh petugas kami," kata Maulana ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (23/4).
Ia melanjutkan, saat itu, kandungan dari pasien AJ dideteksi berjanin tunggal hidup dan ketubannya telah pecah. Pihak rumah sakit pun bergegas membawa pasien ke ruang perawatan.
"Karena tak bisa ditahan lagi, sekitar jam 22.15 pasien melahirkan bayi laki-laki dengan berat badan 1,200 gram dengan panjang 39 cm," lanjutnya.
Saat lahir, bayi tersebut didiagnosa berat badan rendah, prematur dan mengidap asfiksia berat (gagal nafas pada bayi baru lahir, red).
"Dengan kondisi itu dilakukan perawatan di ruang bayi dengan bantuan alat pernafasan. Lalu kondisi bayi itu memburuk pada 16 April. Kondisinya semakin memburuk, tak tertolong lagi dan meninggal pada 17 April," jelasnya. (*)