25 Proyek akan Dibiayai Pinjaman Asing US$ 4 M

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Editor: Fifi Suryani
KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merilis daftar rencana prioritas pinjaman luar negeri (DRPPLN) atawa Green Book 2016.

Dalam daftar ini, terdapat 25 proyek senilai US$ 4,03 miliar yang perjanjian pinjamannya (loan agreement) siap diteken tahun ini.

Wismana Adisuryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas mengatakan, Green Book 2016 masih fokus untuk pembiayaan infrastruktur proyek pemerintah.

Sehingga, "Dari total rencana pembiayaan US$ 4 miliar, pembiayaan untuk proyek infastrukturnya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) paling besar, yaitu mencapai US$ 3,2 miliar," kata dia ke KONTAN, Jumat (22/4).

Adapun rinciannya yaitu, sebanyak 18 proyek senilai US$ 3,2 triliun di Kementerian PU-Pera, satu proyek senilai US$ 175 di Kementerian Perhubungan, satu proyek senilai US$ 106 di Pemerintah Provinsi Aceh, serta sisanya senilai US$ 550 juta untuk pembiayaan lima proyek di bidang pendidikan di beberapa instansi.

Menurut Wismana, pemberi pinjaman dalam Green Book 2016 paling besar berasal dari lembaga multilateral yaitu Asian Development Bank senilai US$ 800 juta, lalu Islamic Development Bank senilai US$ 750 juta, serta World Bank US$ 700 juta.

"Ada juga pinjaman bilateral dari Jepang dan China, lalu ada Hongaria," kata dia.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved