Hari Kartini

Siapapun Anda, Bisa Menjadi Sumber Inspirasi

Siapapun Anda, apapun latar belakang Anda, Anda punya kemampuan untuk membantu orang lain.

Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM -- Siapapun Anda, apapun latar belakang Anda, Anda punya kemampuan untuk membantu orang lain.

Bisa jadi, mungkin selama ini Anda bingung bagaimana membantu sesama dan menginspirasi banyak orang, seperti salah satu pahlawan emansipasi wanita, R.A Kartini, yang dikenang jasanya hingga generasi masa kini.

Nury Sybli, pengajar baca, tulis, dan menghitung, anak-anak Suku Baduy, percaya jika setiap orang yang memiliki keinginan pasti dapat berbagi.

Memang benar, banyak orang terkadang bingung harus melakukan apa dan menemukan jalan buntu, Nury mengatakan, selalu ada jalan untuk membantu sesama dan berdampak bagi orang lain.

"Rumusnya sederhana, lihat saja dulu kanan-kiri, depan belakang rumah kita. Jadi, membantu sesama itu tidak harus jauh dan banyak. Lakukan semampu kita baik dari kemampuan keuangan, waktu dan tenaga," ujar Nury pada wawancara eksklusif dengan Kompas.com.

Nury tergerak untuk melakukan gerakan Kelas Baca Baduy karena di sana tak ada orang yang mengajar Suku Baduy, padahal mereka sudah terkena dampak dari perubahan zaman.

Ayah Nury, KH. Syibli al Aziz, adalah pendiri sekolah gratis, jauh sebelum pemerintah menerapkan sekolah gratis.

Teman-teman Nury yang sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga pun juga sama seperti Nury, membantu sesuai porsi kemampuan, misalnya, teman Nury, Endang, pemilik butik online Naretha yang memotong Rp 10.000 dari setiap penjualan untuk donasi pendidikan.

Lalu, ada pula temannya bernama Joice yang mengumpulkan sisa uang belanja dapur dan setiap bulan memberikannya kepada anak yang membutuhkan.

Kemudian, Susan mengajar tiap dua minggu sekali anak-anak yang bermukim di daerah pekuburan.

"Kita dilahirkan oleh perempuan, saya yakin setiap perempuan memiliki naluri ingin mendidik dan berbagi. Saya banyak belajar dari ibu saya (alm-Ibu Subehat). Dia adalah perempuan, ibu dan istri abah saya yang tidak mengenal bangku sekolah, tapi kami diajarkan banyak hal tentang hidup dan bagaimana perempuan seharusnya menjalani kehidupan, terutama menghormati pasangan. Saya, sampai pada titik ini karena ibu saya perempuan yang luar biasa," ungkap Nury kepada Kompas Female.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved