Kuartal Pertama, Dana Asing Masuk US$ 4,9 Miliar

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke pasar keuangan domestik

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk (capital inflow) ke pasar keuangan domestik selama kuartal pertama tahun ini sebesar US$ 4,9 miliar. Angka tersebut lebih besar dibanding inflow pada kuartal pertama dan kedua tahun lalu.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan, sebesar US$ 3,7 miliar diantaranya masuk ke pasar Surat Utang Negara (SUN). Sementara sisanya masuk ke pasar saham, dan sertifikat BI.

Juda mengatakan, sejak akhir tahun sampai saat ini, kurs rupiah menguat 3,96% ke level Rp 13.260 per dollar Amerika Serikat (AS).

"Kami lihat level sekarang sangat sejalan dengan nilai tukar fundamentalnya," kata Juda saat konferensi pers di kantornya, Kamis (21//4).

Dari sisi global, peningkatan inflow tersebut didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter oleh negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang melalui penerapan suku bunga negatifnya. Tak hanya itu, hal tersebut ditopang oleh meredanya risiko di pasar keuangan global sejalan dengan pernyataan The Fed yang masih dovish alias tak agresif menaikkan bunganya.

Dari sisi domestik, penguatan tersebut didorong oleh persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia yang membaik. Hal itu sejalan dengan penurunan BI rate dan paket kebijakan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi serta percepatan implementasi proyek-proyek infrastruktur.

Selain itu, penguatan rupiah juga didorong oleh peningkatan pasokan valuta asing korporasi domestik yang berorientasi ekspor. BI mencatat, sejumlah harga komoditas ekspor Indonesia mengalami perbaikan, seperti CPO, karet, dan timah, meski harga minyak dunia cenderung menurun.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved