Ini yang Bikin Harga Sawit Dapat Angin Segar

Di sisi lain, produksi CPO juga terancam turun.

Editor: Duanto AS
KONTAN
Kelapa sawit 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus terkena tiupan angin segar dari data ekonomi global. Prospek CPO tahun ini semakin positif di tengah ancaman penurunan produksi.

Mengutip Bloomberg, Selasa (19/4) pukul 16.09 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Juli 2016 di Malaysia Derivative Exchange menguat 0,67% jadi RM 2.686 atau setara US$ 694,8 per metrik ton.

Sepekan terakhir, CPO menguat 2,1%, seiring pelemahan mata uang ringgit Malaysia. Di sisi lain, produksi CPO juga terancam turun. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menyebutkan, ada beberapa faktor penurunan produksi CPO.

Pertama, Malaysia menerapkan pajak ekspor CPO sebesar 5%. Kedua, rencana Pemerintah Indonesia melakukan moratorium atau penghentian sementara waktu penerbitan izin lahan sawit dan tambang.

"Dampak moratorium ke produksi CPO masih panjang. Tapi jika terwujud, positif untuk mengangkat harga CPO," lanjut Ibrahim.

Harapan lebih besar justru pada penggunaan biodiesel dan pembangunan pabrik bioavtur. Jika pengembangan itu berhasil, harga CPO bergerak hingga RM 4.000 per metrik ton pada tahun 2017-2018.

Yulia Safrina, Reserach and Analyst PT Monex Investindo Futures, menambahkan, prospek komoditas tahun ini cenderung lebih baik, lantaran belum jelasnya kenaikan suku bunga The Fed. Imbasnya, dollar melemah dan mendorong rebound komoditas.

Berkurangnya pasokan CPO juga datang dari El Nino. Namun dari sisi permintaan, sebenarnya belum menunjukkan perubahan. Kondisi ekonomi global tahun ini diprediksi belum membaik. "Pelemahan dollar dapat menekan harga CPO dalam jangka pendek," ujar Yulia.

Yulia melihat harga CPO bergulir di atas moving average (MA) 50 dan MA100. Indikator moving average convergence divergence (MACD) di level minus 10. Namun stochastic naik di level 71,53 dan relative strength index (RSI) cenderung flat di level 52,32.

Rabu (20/4), Yulia memperkirakan CPO menguat pada RM 2.670-RM 2.730 per matrik ton dan RM 2.620-RM 2.750 per metrik ton dalam sepekan ke depan. Prediksi Ibrahim, harga CPO hari ini menguat di RM 2.655-RM 2.690 per metrik ton dan sepekan ke depan di rentang RM 2.650-RM 2.710 per metrik ton.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved