Breaking News:

10 Tahun Dikerjakan Tak ada Kejelasan, PLTA Batang Merangin Ditutup Sementara

pengeboran dan pekerjaan lain tidak ada beraktivitas, Itu sejak tahun 2015

KOMPAS/IWAN SETIAWAN
Ilustrasi Operasional PLTA 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Hampir 10 tahun pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kecamatan Batang Merangin, kabupaten Kerinci, belum jelas bisa beroperasi untuk penambahan daya listrik yang saat ini masih defisit.

Pasalnya, sudah hampir 2 tahun atau sejak tahun 2015 lalu, tidak ada lagi kegiatan pengerjaan PLTA yang berlokasi di Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Letmi Henri, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan Rabu (20/4), membenarkan bahwa PLTA Kerinci tidak ada kegiatan lagi.

"Kalau secara teknisnya seperti pengeboran dan pekerjaan lain tidak ada beraktivitas, Itu sejak tahun 2015,"jelasnya.

Menurutnya, dihentikan sementara aktifitas di PLTA milik PT Bukaka Group di kecamatan Batang Merangin ini, karena pihak PLTA saat ini sedang mengurus admistrasi penambahan kekuatannya dari 180 menjadi 350 Megawatt.

"Informasi yang kita dapat, masih mengurus Administasi atau izinnya, itu karena adanya perubahan pembangunan daya PLTA, makanya mereka tidak beraktivitas sementara," jelasnya.

Dia juga menegaskan, sebelum adanya izin yang saat ini sedang diurus oleh PT Bukaka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci tidak akan mengizinkan adanya pekerjaan di PLTA tersebut.

Kedati aktifitas PLTA Kerinci ini, dihentikan sementara. Namun, pihak PT Bukaka group ini selalu memberikan laporan perkembangan setiap 6 bulan sekali "Laporannya selalu ada ke kita, setiap 6 bulan sekali,"ucapnya.

Dia juga mengatakan, selama 10 tahun pekerjaan untuk pembangunan PLTA dilaksanakan, namun hingga saat ini PLTA tersebut belum juga selesai.

Bahkan, lanjutnya ada beredar isu bahwa pengerjaan PLTA tersebut hanya untuk penambangan emas. Pemerintah Kabupaten Kerinci, sudah mengecek kebenarannya, tidak penambangan dari pengerjaan PLTA tersebut.

"Memang ada laporan dulu kalau ada penambangan emas disana, dan kita sudah cek dan itu tidak ada. Yang jelas kita saat ini terus mendesak mereka melanjutkan pekerjaan," pungkasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved