6 Jam Penyidik Periksa KPA dan Pelaksana Dugaan Korupsi Normalisasi Irigasi Tanjabbar

Keduanya adalah Adi Firmansyah selaku pelaksana dan Iskandar, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

6 Jam Penyidik Periksa KPA dan Pelaksana Dugaan Korupsi Normalisasi Irigasi Tanjabbar
net

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, telah meminta keterangan dari pihak pelaksana normalisasi pengerukan saluran irigasi di Sei Serindit, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Keduanya adalah Adi Firmansyah selaku pelaksana dan Iskandar, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Kasi Penyidikan Kejati Jambi, Imran Yusuf mengatakan, keduanya hadir pada Senin (18/4). Dan, telah dimintai keterangannya dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB.

"Kemarin (Senin,red) keduanya datang untuk memberikan keterangan. Kita masih akan mintai keterangan yang lain," sebut Imran.

Sementara itu, terkait dugaan tindak pidana korupsi pada alat kesehatan (Alkes) tahun 2015 bilang Imran, yang seyogyanya dimintai keterangannya adalah pejabat pelaksana Direktur RSUD Raden mattaher, tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Kita undang pejabat pengguna anggarannya. Tapi, beliau tidak bisa hadir karena ada kegiatan. Dan, meminta agar pemeriksaan ditunda besok (hari ini,red) bilang Imran.

Dikatakan Imran, pejabat pengguna anggaran Andi Paddda, selaku pejabat pelaksana RSUD Raden Mattaher, perlu dimintai keterangannya terkait kronologis pengadaan alkes tersebut.

"Ada 100 an item alkes dalam pengadaan Alkes 2015 itu. Dan, dari seluruh item tersebut ada yang sama dengan alat kesehatan yang sudah ada. Nantilah, kalau sudah jelas perkaranya akan disampaikan," tutur Imran Yusuf, Selasa (19/4).

Penulis: budi
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved