IHSG

Akhir Sesi I, Indeks Berhasil Bangkit

Setelah dibuka di zona merah tadi pagi, tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berangsur-angsur

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah dibuka di zona merah tadi pagi, tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berangsur-angsur pulih siang ini (18/4). Berdasarkan data RTI, pada pukul 12.00 WIB, indeks pada akhirnya ditutup dengan kenaikan 0,31% menjadi 4.838,67.

Ada 125 saham yang bergerak naik. Sementara, jumlah saham turun sebanyak 130 saham dan 77 saham lainnya diam di tempat.

Volume transaksi siang ini melibatkan 2,346 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,871 triliun.

Siang ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) di seluruh market senilai Rp 94 miliar. Sedangkan di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp 29,3 miliar.

Secara sektoral, ada lima sektor yang berhasil naik. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu sektor infrastruktur naik 1,28%, sektor keuangan naik 0,99%, dan sektor barang konsumen naik 0,29%.

Saham-saham indeks LQ 45 yang berada di jajaran top gainers antara lain: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,58% menjadi Rp 685, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 3,37% menjadi Rp 1.535, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 3,24% menjadi Rp 9.550.

Sedangkan di posisi top losers indeks LQ 45 dihuni oleh: PT Adaro Energy Tbk (ENRG) turun 3,57% menjadi Rp 675, PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) turun 3,24% menjadi Rp 1.640, dan PT Siloam International Tbk (SILO) turun 2,77% menjadi Rp 8.775.

"Kami memprediksi IHSG akan fluktuatif karena OPEC dan non-OPEC gagal mencapai kesepakatan pada output freeze," jelas Taye Shim, analis Daewoo Securities.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved