Air Panas Semurup Mengering, Digunakan untuk Mengairi Lahan Sawah

Fenomena tak lzim di objek wisata di air panas Semurup. Beberapa hari belakangan ini.

Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini
Air Panas Semurup Mengering, Digunakan untuk Mengairi Lahan Sawah
TRIBUNJAMBI/EDI JANUAR
Air panas Semurup, tujuan wisata di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci.

KERINCI, TRIBUN - Fenomena tak lzim di objek wisata di air panas Semurup. Beberapa hari belakangan ini air panas yang biasa disebut Gao Luluk ini kelihatan mulai mengering. Berbeda dari sebelumnya digenangi air panas disekeliling lokasi.

Dari keterangan warga sekitar,  surutnya air panas tersebut ternyata tidak ada hubungannya dengan aktifitas Gunung Kerinci yang berstatus waspada level II. Melainkan sumber air panas yang berjarak sekira 11 KM dari Kota Sungai Penuh ini mengering lantaran airnya dialirkan oleh warga ke parit.

Sebab, dengan luasnya areal air panas, sehingga akan menggarap menjadi lahan sawah. "Air sudah surut, tinggal mata airnya saja yang dibiarkan," ungkap seorang warga yang mengaku ahli waris pemilik lahan Gao Luluk, Kemarin (18/4).

Ia mengaku, dulunya Gao Luluk merupakan lahan sawah, namun tidak digarap lagi, sehingga dijadikan objek wisata. Namun, objek wisata ini tidak diperhatikan Pemerintah Daerah Kerinci. "Sekarang mau kita garap lagi menjadi sawah," ujarnya lagi.

Disebutkannya, objek wisata tersebut belum dikelola Pemerintah, sehingga tidak ditangani dengan baik. Bukan hanya itu, objek wisata tersebut terkesan tidak aman. Karena sering menjadi tempat bunuh diri. "Sudah beberapa orang yang bunuh diri, karena tidak dipagari sampai saat ini," ungkapnya

Ditambahkan Tatang, warga yang rumahnya berdekatan dengan Gao Luluk mengungkapkan kawasan air panas tersebut memang merupakan areal sawah milik warga. Terutama dari keluarga yang biasa disebut keturunan 'nek patah'.

Sehingga bisa diolah menjadi lahan sawah oleh pihak yang memiliki tanah tersebut. "Iya warga garap jadi sawah, tapi itu kadang-kadang juga. Karena ada yang sudah tidak bisa jadi lahan sawah," jelasnya

Sementara UPTD Objek Wisata Air Panas Semurup, Rifai membenarkan, objek wisata Gao Luluk tersebut belum dikelola Pemerintah, tapi dikelola secara swakelola oleh masyarakat. "Itu belum dikelola Pemerintah. Swadaya masyarakat. Kita mengurus air panas Semurup yang sebelah mudik," ucapnya.

Ia juga mengakui, pihaknya tidak bisa melarang masyarakat menjadikan objek wisata tersebut menjadi sawah. "Kita tidak bisa melarang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved