Target Pertamina Nego Blok Mahakam Kelar Juni
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Negosiasi operator lama Blok Mahakam yakni Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation dengan PT
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Negosiasi operator lama Blok Mahakam yakni Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation dengan PT Pertamina nampaknya mulai ada titik terang. Pertamina bahkan memasang target, negosiasi ini akan kelar Juni 2016 ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR Selasa (12/4) mengatakan, Total dan Inpex dapatkan jatah pemilikan saham 30 persen. "Mereka akan tetap mengkaji secara komersial. Apabila secara komersial ini tidak memungkinkan untuk bergabung, mereka ingin memisahkan," tandas Sudirman.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan, hingga kini Pertamina masih terus melakukan diskusi soal masuknya Total E&P dan Inpex. " Kami harapkan selesai sebelum akhir Juni 2016," katanya (12/4).
Sembari menunggu proses, saat ini Dwi mengklaim Pertamina telah menyiapkan diri untuk mengelola sendiri blok Mahakam pasca penyerahan 2017 mendatang. Yakni dengan: Pertama, melakukan evaluasi bersama tim yang telah dibentuk.
Pertamina juga telah meminta operator sekarang untuk melakukan percepatan atawa akselerasi produksi, dengan pembiayaan oleh Pertamina.
Kedua, melaksanakan rencana kerja tahun 2016-2018 dengan melengkapi data operasi dan data lainnya untuk mematangkan rencana kerja dan fasilitasi pembelajaran operasi. Selain itu, tim juga mempersiapkan rencana tiga tahunan.
Ketiga, melakukan penyelesaian transfer agreement untuk comercial arrangement dengan Total dan Inpex. Keempat, penyelesaian transfer data sumber daya manusia.
Adapun, soal partisipasi BUMD di Blok Mahakam, Pertamina mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur dalam penyertaan 10 persen saham. Saat ini, kata Dwi. Pemprov Kaltim dan BUMD setempat akan ikut dalam tim evaluasi Blok Mahakam.
Yang pasti, cadangan terbukti di Blok Mahakam per 1 Januari 2015 adalah: gas bumi sebesar 3,9 triliun standar kaki kubik (TSCF), lalu minyak bumi 46,4 miliar barel, dan kondensat 116,8 miliar barel. Rata-rata produksi tahunan per 14 Januari 2016 untuk minyak bumi dan kondensat sebesar 69,750 barel per hari, dan gas bumi sebesar 1,763,69 juta kaki kubik. (febrina ratna iskana)