"Ahok Maling" Teriak Massa FBR

mereka mengenakan baju yang bertuliskan"KTP Gue Bukan Buat Ahok"

Editor: bandot
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Ribuan Anggota Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016). Mereka menuntut agar KPK segera menangkap Gubernur Ahok, karena menurut mereka, Gubernur Ahok telah melakukan korupsi pembelian lahan RS. Sumber Waras. TRIBBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNJAMBI.COM - Puluhan pendemo dari Forum Betawi Rempug (FBR) terus meneriakkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan maling yang selalu teriak maling.

"Ahok maling, Ahok maling!," teriak mereka di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Seorang demonstran yang berorasi mengatakan bahwa perilaku Ahok yang diduga telah melakukan korupsi atas pembelian RS Sumber Waras adalah hal yang tidak mencerminkan prilaku pemimpin daerah.

"Ini rumah sakit yang buat tempat ngurus orang sakit masih di korupsi. Dimana nuraninya? Ini bukan sekedar maling lagi. Udah lebih parah dari maling," tambahnya.

Selain orasi, para anggota FBR juga membawa bendera mereka dan juga mengenakan baju yang bertuliskan "KTP Gue Bukan Buat Ahok".

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok terkait penyelidikan dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras.

Temuan BPK, pembelian lahan rumah sakit Sumber Waras merugikan negara Rp 191 miliar. Berdasarkan kronologi yang dibuat oleh BPK, masalah bermula ketika pada 6 Juni 2014, Plt Gubernur yang saat itu dijabat oleh Basuki T Purnama alias Ahok berminat membeli sebagian lahan seluas 3,6 hektar milik RS Sumber Waras untuk dijadikan rumah sakit jantung dan kanker.

Pembelian lahan dilakukan karena menurut Ahok kala itu, keberadaan rumah sakit untuk pasien sakit jantung dan kanker sangat diperlukan karena kondisi pasien rumah sakit yang ada kian membludak.

Di sisi lain, hal ini juga dilakukan karena sebelumnya lahan tersebut akan dibeli oleh PT Ciputra Karya Utama dan diubah peruntukkan menjadi tempat komersil seperti mal.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved