Breaking News:

Pengetahuan untuk Anda, Ini Awal Mula Tradisi Bertunangan Pakai Cincin Berlian

Ya, pada zaman tersebut pria juga mengenakan cincin pertunangan.

Tribunnews
Pasangan selebritis Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie saat melakukan pemberkatan pernikahan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015). Cincin pernikahan mereka dihiasi 8 berlian buatan ayahnya Chelsea dan akan melangsungkan Resepsi pernikahan pada 3 Oktober 2015 di Hotel Mulia.(Tribunnews/Jeprima) 

TRADISI menyematkan cincin berlian ke jari manis wanita saat pertunangan ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk disimak.

Tradisi menyematkan cincin pertunangan ke jari manis wanita ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk disimak.

Dilansir dari situs Brides, tradisi bertukar cincin pertunangan awalnya muncul dari zaman Mesir kuno dan Yunani kuno.

Ya, pada zaman tersebut pria juga mengenakan cincin pertunangan.

Di zaman mesir kuno, seorang pria selalu menggunakan cincin sebagai lambang kekayaan mereka. Oleh karena itu, mereka pun memberikan pasangan mereka satu cincin untuk berbagi kekayaan.

Sementara itu, pada zaman Yunani kuno, pasangan yang tengah mabuk cinta akan memberi hadiah cincin emas ke masing-masing pasangan.

Cincin emas hanya diberikan kepada pasangan yang tahu bahwa mereka akan menikah secepatnya.

Sekarang, mari beralih ke zaman Romawi kuno, tukar cincin bahkan dilakukan oleh orangtua pasangan juga.

Pada abad ke-11, pihak Gereja di negara Barat mengumumkan, pentingnya arti dari cincin pada upacara pernikahan.

Alhasil, memasuki pertengahan abad ke-16, cincin pertunangan resmi menjadi bagian dari upacara pernikahan. Berdasarkan tradisi Gereja Katolik hanya wanita saja yang mengenakan cincin pertungan, pria tidak.

Halaman
12
Editor: Edmundus Duanto AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved