Breaking News:

Inflasi Deflasi

Kota Kembali Inflasi, Bungo Deflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis bahwa pada bulan Maret Kota Jambi mengalami inflasi,

TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis bahwa pada bulan Maret Kota Jambi mengalami inflasi, berbeda dengan Bungo yang mengalami deflasi.

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan, kedua daerah tersebut biasanya selalu beriringan yaitu mengalami inflasi, namun untuk Maret Kota Inflasi dan Bungo Deflasi.

Katanya, Kota mengalami inflsi sebesar 0,25 persen, namun Bungo Deflasi 0,31 persen. Sementara untuk indeks harga konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 112,79 dan IHK Bungo 121,36.

"Untuk laju inflasi tahun kalender kota sebesar 0,90 persen dan Bungo 0,65. Untuk inflasi year on year Kota sebesar 4,99 dan bungo 4,58 persen," kata Dadang, Jumat (1/4).

Dia menuturkan, inflasi di Kota Jambi terjadi karena empat faktor kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang semuanya mencapai 0,95 persen. Kelompok perumahan air, listrik, gas dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Sementara untuk bungo karena lima kelompok pengeluaran yaitu makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,10 persen, perumahan 0,28 persen, sandang 0,98, kesehatan 0,05 dan pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen.

"Andil tersebesar dari inflasi Kota Jambi yang sebesar 0,26 persen itu adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,1645 dan kelompok perumahan sebesar 0,0802 persen," katanya.

"Untuk deflasi Bungo disumbang oleh bahan makanan sebesar 0,4701 persen," ungkapnya.

Dari 23 Kota di Sumatera, Jambi mengalami urutan ke 23 dengan inflasi 0,26 sementara IHK 122,79 persen. Namun untuk Bungo peringkat ke 22 dengan deflasi 0,31 persen dengan IHK 121,38 persen.

Diperkirakan, pada April ini kota dan Bungo kembali mengalami deflasi, sebab saat ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali mengalami penurunan.

"Bahan bakar sangat berpengaruh, sebab transpor menggunakan BBM semua," ungkapnya.

Penulis: Muzakkir
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved