Firman Terkejut, yang Ia Todong Dosennya Sendiri

Firman (18) Mahasiswa IAIN STS Jambi, warga Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi terpaksa harus tidur di sel tahanan.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Firman (18) Mahasiswa IAIN STS Jambi, warga Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi terpaksa harus tidur di sel tahanan Polsek Telanaipura setelah mencoba mendong seorang perempuan di parkiran Mall Jamtos yang merupakan dosennya sendiri. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Firman (18) Mahasiswa IAIN STS Jambi, warga Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi terpaksa harus tidur di sel tahanan Polsek Telanaipura setelah mencoba menodong seorang perempuan di parkiran Mall Jamtos yang merupakan dosennya sendiri.

Ia nekat melakukan aksinya lantaran tak punya uang lagi di kantongnya dan dibelit waktu pembayaran kontrakan rumah yang sudah masuk waktu tenggang. Warga asli Riau ini beraksi menggunakam sebilah pisau dapur yang baru saja dibelinya seminggu yang lalu.

Sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (23/3), ia menodongkan pisau ke arah leher korban bernama Tia (43) yang merupakan dosen IAIN STS yang baru keluar dari pusat perbelanjaan Jamtos menuju parkiran mall tersebut.

Ketika hendak masuk ke dalam mobil, mahasiswa semester II ini tiba - tiba datang dari belakang dan menodongkan pisau ke belakang leher korban.

Kepada awak media Firman menjelaskan saat itu dia nekat melakukan aksi penodongan lantaran kepepet membayar uang kontrakannya yang sudah jatuh tempo.

"Saya nodong dari belakang, pas ibu (korban, red) itu balik badan, saya terkejut rupanya itu dosen sendiri," kata Firman.

Mengetahui itu dosennya, pelaku langsung menurunkan pisau yang sebelumnya ditodongkan kepada korban. Pelaku sempat memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswa baru IAIN dan ketika itu, suami korban langsung membekuk pelaku dan melapor ke petugas kepolisian.

"Saya baru sekali melakukan ini. Dak ado yang saya dapat dan saya dak tau kalau dosen adab yang saya todong," jelasnya.

"Saya kepepet buat bayar kontrakan soalnya orangtua dari Riau belum kirim uang," tandasnya. (*)


Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved