Layanan Ojek Online Merambah Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Fenomena hadirnya ojek online, sebut saja Go-Jek dan GrabBike, di kota besar ternyata mulai merambah
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Tommy
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Fenomena hadirnya ojek online, sebut saja Go-Jek dan GrabBike, di kota besar ternyata mulai merambah Jambi. Menariknya, bisnis berbasis daring (dalam jaringan) atau online ini buah karya kreatif warga Jambi. Namanya, Grabme.
Penasaran? Karena online cukup gampang menemukannya di gawai Anda. Kini, selain mulai eksis di media sosial sebagai media promosi, Grabme juga mulai mencuri perhatian warga Jambi.
"Grabme hadir karena kebutuhan masyarakat yang saat ini maunya praktis, namun terhalang dengan macetnya jalanan yang sudah mulai tampak di Kota Jambi. Oleh karena itu, jasa online ini secara tidak langsung memberikan bantuan sosial dengan harga yang relatif terjamin," kata Owner Grabme, Rino Wahyu Susilo kepada Tribun, Sabtu (19/3).
Rino tidak memungkiri bahwa keinginanya menjalankan usaha ini terinspirasi sejumlah bisnis jasa online yang ada di kota besar seperti halnya Go-Jek.
"Di pulau Jawa, bisnis online terus bermunculan dan mereka bisa membaca situasi. Untuk di Kota Jambi belum ada perusahaan seperti itu, makanya kita terapkan di sini," paparnya ketika ditemui di kantornya di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Remaja, Kelurahan Solok Sipin.
Grabme kini baru genap satu bulan. Awalnya, usaha ini bernama Imex namun masih berbasis SMS dan telepon. Jasanya selain ojek juga kurir pengantar barang. Kini, ada tiga jasa yang ditawarkan Grabme. Masing-masing, jasa transportasi cepat (me for transport), kurir pengiriman barang dan pengembalian barang (me for courier) dan belanja barang, makanan hingga tiket bioskop (me for shopping).
"Untuk jasa layanan itu tiap kilometernya hanya dikenakan sebesar Rp 3.000 saja," katanya.
Kini, Rino telah memiliki 15 driver yang siap melayani masyarakat selama 24 jam. Dengan pasukan yang ia bekali dengan kostum dan aksesori yang didominasi warna kuning itu, ia menerapkan sistem bagi hasil.
Kata dia, para driver akan diberikan uang dengan orderan yang diterimanya setiap hari. "Jadi sistemnya 80:20, driver akan mendapatkan 80 persen setiap harinya. Namun mereka terlebih dahulu menyetor kepada kita setiap hari," tuturnya.
Menarik konsumen dengan promo sebagai pengembangan bisnis juga dilakoni Rino. Sebelumnya, pihaknya memberikan promo khusus bagi konsumen yang melakukan perjalanan ataupun pengiriman barang lebih dari 30 kilometer maka hanya dikenakan tarif sebesar Rp 10 ribu.
"Kalau sekarang promonya cukup like akun media sosial kita minimal dua akun baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Path maka setelah itu di-capture dan kirim ke email kita. Nanti driver kita akan mengirim voucher Rp 5.000 ke rumah mereka dan itu sampai 30 April nanti," paparnya.
Lazimnya usaha, tentu ada saja masalah dalam prkatiknya. Misal, beberapa kali pengendaranya mendapati konsumen yang jahil dalam memesan barang. Akibatnya barang yang sudah dibeli akhirnya gagal dikirim.
"Ada ditemukan itu, ketika sudah dibeli barangnya terus dihubungi kembali malah tidak aktif. Ya itu resiko kita, jadi harus kita tanggung. Tapi kalau dipersentasekan hanya lima persen yang seperti itu," katanya.
Sementara itu, sampai saat ini Rino belum ada menerima keluhan ataupun kritikan dari para konsumenya. Pasalnya, sebelim diterjunkan ke lapangan, para drivernya sudah diberikan pelatihan bagaimana melayani konsumen.