Bunga Multifinance tak Otomatis Turun
Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,75% tak akan serta merta menurunkan
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,75% tak akan serta merta menurunkan bunga pembiayaan di multifinance. Namun, pelaku usaha multifinance meyakini penurunan BI rate bisa menjadi katalisator positif.
Samuel Manasseh, Direktur Keuangan PT Astra Sedaya Finance (ASF) mengatakan, penurunan BI rate bisa diikuti penyusutan bunga kredit bank sehingga akan mengairahkan pasar otomotif dalam negeri. Apalagi menjelang diselenggarakannya Indonesia International Motor Show (IIMS) April mendatang.
Namun, Samuel memastikan, bunga pembiayaan di multifinance tak akan langsung turun dalam waktu dekat. "Sebab sudah ada komitmen awal dengan bank penyalur dana terlebih dahulu. Jadi tidak langsung bunga turun itu. Kami tunggu bank saja," tandas Samuel, Jumat (18/3).
Asalkan sumber pendanaan asal bank yang diterima multifinance turun. Samuel memastikan, bunga kredit multifinance juga akan dipangkas. Hanya saja, diakui Samuel penurunan bunga kredit tidak langsung secara otomatis dilakukan.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang Februari 2016 penjualan mobil mencapai 88.250 unit.
Angka ini naik 3,8% jika dibandingkan dengan penjualan Januari 2016. Namun jika dibandingkan dengan penjualan Februari 2015 masih turun sebesar 0,6%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/21122015_finance_20151221_214003.jpg)