Pendaki Ketakutan Gunung Kerinci Semburkan Awan Merah Dari Kawah
Mereka ketakutan, melihat semburan awan memerah dari kawah, sehingga menduga terjadi erupsi
Penulis: edijanuar | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Sekelompok pendaki yang naik ke Gunung Kerinci, urung naik ke puncak, meski sudah sampai di shelter III.
Mereka ketakutan, melihat semburan awan memerah dari kawah, sehingga menduga terjadi erupsi.
"Langsung turun," kata pendaki yang enggan namanya di tulis.
Kepala seksi wilayah I Balai Besar TNKS, Agusman, saat dikonfirmasi mengatakan pada Senin, (14/3) jalur pendakian sempat ditutup, karena ada semburan awan hitam.
"Memang ada semburan awan hitam, makanya jalur kita tutup," ungkapnya.
Namun pada Selasa, jalur pendakian kembali dibuka.
"Tapi malah Rabu pagi ada lagi semburan. Tapi kita tidak menyebut itu erupsi, karena data dari pos pemantau Gunung Kerinci mengatakan gunung aman, dan statusnya tetap waspada," beber Agusman.
Lantas apakah jalur pendakian dibuka? Agusman mengaku, pendaki hanya boleh naik sampai shalter II, atau radius 3 km dari puncak.
Petugas Pos R10, yang menjadi pintu masuk jalur pendakian Gunung Kerinci, Dudung, mengakui adanya erupsi Gunung Kerinci. "Betul tadi pukul 8.30 wib terjadi satu kali erupsi intensitas sedang, tapi tidak terlalu membahayakan warga. Pendakian tetap di buka sampai batas shalter 1," tutupnya.
Kepala pos pemantau Gunung Kerinci, Indra, saat dikonformasi juga membantah Gunung Kerinci erupsi. "Tidak ada," pungkasnya