Perakit Bom yang Meledak di Jambi Selatan Ternyata Lulusan SD

Kasus ledakan bom rakitan bom rakitan di Jalan Yusuf Nasri Lrg Angkasa Puri, RT 21 Kelurahan

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus ledakan bom rakitan bom rakitan di Jalan Yusuf Nasri Lrg Angkasa Puri, RT 21 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi dilatar belakangani motif dendam.

Tersangka Hendri diduga menaruh dendam terhadap SU karena kesal terkait kasus narkoba.

Dalam pengakuan sebelumnya Hendri Kusnadi mengaku telah menyetor uang 62 juta untuk membeli 500 butir pil ekstasi.

Namun hingga satu bulan uang disetor, barang pesanan tak kunjung datang.

"Motifnya dendam, untuk kasus narkobanya nanti kita serahkan ke pihak ditnarkoba. Sementara kita kenakan pasal terorisme, karena sudah menimbulkan keresahan. Unsur terornya sudah terpenuhi," kata Kompol Guntur Saputro, Kasubdit Jatanras III Direskrimum Polda Jambi.

Dari hasil rekonstruksi yang berlangsung Senin (14/3/2016) siang, sebanyak 26 adegan. Pada adegan satu hingga tujuh tersangka berkeliling mencari bahan petasan untuk dirakit menjadi bom.

Dari adegan 7 hingga 12 tersangka melakukan perakitan di rumah kontrakannya yang berlokasi di jalan Jawa, RT 22 Kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Hasil rekonstruksi, tersangka sempat mempelajari cara membuat bom rakitan secara otodidak.

"Belajar sendiri, sempat tambah adegan karena dia tujuh kali mempelajari membuat bom rakitan, mulai dari pake obat nyamuk," kata Kompol Guntur.

Selama mempelajari membuat bom rakitan di rumahnya, tersangka tak mau diganggu oleh istri dan anaknya.

"Ditanya anak istrinya dia marah, tidak boleh tau apa yang dikarjakannya, akhirnya dia mebuat bom itu dari sore sampe malam, setelah itu baru mendatangi lokasi," kata Kompol Guntur.

Di lokasi kedua, lokasi ledakan bom rakitan berada tersangka memperagakan adegan ia mendatangi lokasi kejadian menggunakan sepedamotor dengan membawa bom hasil rakitan yang dibungius plastik hitam.

Selanjutnya bom tersebut dipasang di depan ruko milik SU (Sapta Ujang).

"Dia taunya Malam itu SU pulang ke ruko dan mendapat paket bom yang sudah diisi paku, kemudian targetnya bom itu meledak saat ditangan SU. Tapi ternyata malam itu SU tidak pulang dan bom meledak sendiri," kata Guntur.

"Sekarang masih pelaku tunggal, terkait pengembangan ada tindak pidana lain, Yang kami tangani fokus tindak terorisme dulu," kata Guntur.

"Ini sudah masuk terorisme tersangka hanya lulusan SD. Diam mempelajari secara otodidak,"pungkas Gubtur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved