Cadangan Minyak Mulai Menipis
Kepala ESDM Provinsi Jambi Gamal Husein mengatakan saat ini cadangan minyak di Jambi juga terus menipis.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala ESDM Provinsi Jambi Gamal Husein mengatakan saat ini cadangan minyak di Jambi juga terus menipis. Diperkirakan hanya bisa bertahan hingga 30 tahun ke depan dengan cadangan 50 juta barel untuk minyak dan 50 juta kaki kubik cadangan gas.
"Ada enam daerah di Provinsi Jambi penghasil Migas, yaitu, Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tanjungjabung Barat, Tanjabtim, Kota Jambi, dan Kabupaten Tebo. Cadangan minyak terbesar terdapat di Tanjabbar, diperkirakan sampai 30 tahun ke depan," katanya.
Untuk meningkatkan produksi minyak, Pemerintah Provinsi Jambi di akhir 2015 lalu telah melakukan pelelangan dua lapangan baru, yakni di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hal ini guna mendorong para investor untuk melakukan eksplorasi sumur minyak baru agar pemerintah tidak mengandalkan sumur-sumur tua.
"Produksi tahun ini belum tahu naik atau turun, posisinya melihat permintaan harga minyak dunia," kata Gamal.
Potensi yang sudah nampak hasilnya dan sudah dilelang terdapat di Tanjung Jabung Barat, Alkatara, dan di Pulo Gajah, perbatasan Muarojambi dan Batanghari.
"Produksi di Alkatara itu bisa mencapai 4.000 barel per hari. Itu yang sudah dihitung berdasarkan seismik mereka," katanya.