Health and Beauty
Lebih Waspada pada Kosmetik Berbahan Plasenta
PENGGUNAAN kosmetik berbahan dasar plasenta beberapa tahun terakhir marak diperbincangkan.
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - PENGGUNAAN kosmetik berbahan dasar plasenta beberapa tahun terakhir marak diperbincangkan.
Plasenta diyakini dapat berfungsi untuk untuk regenerasi sel-sel tubuh sehingga dapat mempertahankan kulit agar tetap sehat, segar, muda dan cantik.
Ada juga yang meyakini plasenta bahkan mampu mengembalikan kemulusan kulit akibat luka atau penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena di dalam plasenta tersebut mengandung sel-sel muda yang sedang tumbuh dan berkembang.
Spesialis kulit dan kelamin dr Sri Yusfinah Hanum SpKK mengatakan seperti halnya pada janin, plasenta memang mempunyai banyak zat nutrisi yang sangat bagus untuk pertumbuhan.
"Sebenarnya placenta memang banyak kandungan nutrisi yang bagus untuk kulit. Dia juga ada steamcell yang memang lebih bagus untuk kulit," ungkapnya.
Hal ini agaknya tidak berlebihan mengingat keberadaan plasenta yang sangat penting bagi janin. Plasenta ibarat lumbung makanan bagi bayi saat masih di dalam perut. Plasenta merupakan satu-satunya sumber makanan baginya.
Plasenta yang sering digunakan untuk kosmetika atau produk kesehatan tersebut biasanya berasal dari plasenta hewan seperti kambing, domba, sapi dan lainnya.
Meski mengakui manfaat dari plasenta dalam kecantikan, dr Sri mengaku hingga saat ini belum pernah merekomendasikan produk kesehatan berbahan plasenta kepada pasiennya.
Hal ini tidak lain karena Ia ingin lebih waspada terhadap plasenta yang digunakan. Selain itu menurutnya, tidak banyak penelitian ilmiah yang telah membuktikan hal tersebut.
"Mungkin ada penelitiannya tapi tidak banyak. Para artis juga banyak pakai, di luar negeri juga. Tapi Placenta siapa yang digunakan, hewan halal atau nggak, kita nggak tahu. Kalau kita tanya produsen pasti bilangnya halal. Tapi ini kan tanggung jawabnya saya dengan Tuhan," sebutnya.
Dokter Sri mengaku mengkhawatirkan sumber placenta yang digunakan dalam kosmetik tersebut. Namun jika hewan yang digunakan halal, menurutnya tidak masalah untuk digunakan.
"Kalau haram kan takut juga. Sebab ini bukan pengobatan yang sifatnya mendesak atau mengancam jiwa. Hanya dipakai untuk estetika atau kecantikan saja," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/05122015_perawatan_20151205_224339.jpg)