Health and Beauty

Belum Ada Penelitian Ilmiah

TIDAK hanya plasenta hewan, penggunaan plasenta manusia atau yang akrab disebut ari-ari untuk mempercantik

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
MIRROR.CO.UK
Kim Kardashian mengonsumsi plasenta sendiri setelah melahirkan 

TRIBUNJAMBI.COM - TIDAK hanya plasenta hewan, penggunaan plasenta manusia atau yang akrab disebut ari-ari untuk mempercantik kulit pun saat ini mulai digemari.

Beberapa artis ibukota bahkan sudah mengaku sempat menjalani perawatan kecantikan dengan produk yang mengandung plasenta bayi manusia.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr Sri Yusfinah Hanum SpKK mengatakan sejauh yang Ia ikuti hal tersebut belum ada penelitian ilmiah yang mendukung pemanfaatannya.

Hanya saja Ia berpikiran penggunaan plasenta manusia untuk kecantikan mungkin didasari dari pentingnya peran plasenta saat bayi masih dalam kandungan.

"Mungkin mereka berpikir khasiat placenta hewan saja efeknya bagus. Apalagi placenta manusia ya? Placenta saja untuk bayi saja bagus. Mungkin orang mikir dengan itu lebih bagus lagi," ujarnya.

Namun dr Sri mengingatkan etika penggunaan plasenta bayi untuk manusia yang masih perlu dikaji lebih lanjut di Indonesia.
Mungkin saja diluar negeri hal ini sudah dilakukan namun untuk di Indonesia sisi etika agaknya perlu diperhatikan.

"Kalau plasenta hewan jelas boleh ya. Kalau plasenta manusia ini kita kembali ke individu masing-masing. Terus juga bagaimana hukumnya," katanya.

Namun disamping itu semua, dr Sri mengimbau agar lebih waspada jika membeli kosmetik dari internet yang berbahan plasenta.
Ini penting untuk dipastikan agar konsumen mengetahui pasti plasenta apa yang digunakan dalam kosmetik tersebut.

"Itu benaran dari plasenta atau tidak. Memang pemanfaatan placenta bagi kulit bagus. Tapi itu benaran kosmetik dari plasenta nggak? Plasenta apa? Ini yang diragukan," sebutnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved