Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sebelum Meninggal, Lara Bocah Kelas V SDN 219 Sempat Jajan Ini

Asnani, Walikelas Lima SDN 219 Kota Jambi mengaku cukup terkejut mendapat kabar meninggalnya Lara

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/DEDY NURDIN

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Asnani, Walikelas Lima SDN 219 Kota Jambi mengaku cukup terkejut mendapat kabar meninggalnya Lara yang diduga keracunan jajanan di sekolah.

Menurut Anani, pada hari Kamis Lara masih terlihat sehat bugar.

"Hari Jumat San sabtu memang dak masuk, dak ada kabar. Baru tiba-tiba dapat kabar duka," katanya, Senin (29/2/2016).

Wakil Kepala Sekolah SD Negri 219 Kota Jambi menyebutkan hal sama. Namun tak disangka jika kealpaan siswinya itu ternyata karena meninggal dunia.

Terkait adanya dugaan akibat jajanan di sekolah, Sahat Siagian mengaku tak berani memastikannya.

Namun, ia membenarkan jika pada jam istirahat sekolah sering didatangi para pedagang jajanan keliling yang mangkal di luar gerbang sekolah.

"Siswa kita sudah kasi tahu supaya tidak jajan sembarangan, tapi sulit juga kadang tanpa sepengetahuan kita siswa sendiri yang manggil kalau ada pedagang makanan yang lewat," katanya.

"Yang bisa kita lakukan dengan terus mengingatkan siswa kita untuk tidak jajan sembarangan, karena kita tidak tahu higienisnya jajanan yang dijual bebas," pungkasnya.

Sebelum meninggal, Lara bercerita kepada ibunya membeli jajanan Cireng dari pedagang yang mangkal di dekat pagar sekolah.

"Katanya dia beli cireng 2000, cirengnya macam-macam isinya, dia beli yang isi kornet daging," kata Rosmi.

Selepas mengonsumsi Cireng berisi kornet dari pedagang keliling itulah, Lara Kamis sore sepulang sekolah mengeluh sakit perut dan mual-mual.

Namun pihak keluarga tak mau menuduh. Namun, menurut Rosmi sebelum membeli jajanan sekolah tersebut, Lara sempat di ingatkan oleh temannya untuk tak membeli cireng.

"Isinya kornet, tapi katanya sempat dikasi tau sama kawannya, katanya kornetnya rasanya masam. Tapi sama lara masih tetap beli," kata Rosmi.

Jajanan tersebut dibeli dari pedagang yang biasanya datang pada jam-jam istirahat yang biasa menjajakan dagangan dengan sepeda motor.

Rosmi berharap pemerintah bisa lebih ketat mengawasi jajanan yang dijual pedagang di sekolah.

Lara meninggal Senin pagi setelah sempat di rawat dirumahsakit, sebelum meninggal bungsu lima bersaudara ini sempat mengeluh sakit di bagian perut dan muntah mengeluarkan cairan hitam.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved