Breaking News:

Pasangan Suami Istri Pengedar Uang Palsu di Kota Baru Terancam 15 Tahun Penjara

Tertangkapnya kedua pelaku berdasarkan laporan dari warga sekitar yang menyebutkan banyaknya beredar uang palsu di kawasan Perumahan Kotabaru Indah

TRIBUNJAMBI/DEDY NURDIN
Ruben perlihatkan uang palsu buatannya di hadapan awak media, Senin (25/1/2016) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak Polsek Kotabaru terus melakukan pemberkasan terhadap pasangan suami istri tersangka pembuat dan pengedar uang palsu (Upal), yakni Rube Marpaung (27) dan Devi Kartika (23).

Kapolresta Jambi melalui Kapolsek Kotabaru, Kompol Nova Suryandaru mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemberkasan dan mengirim berkas kedua tersangka ke jaksa.

"Berkasnya masih kita cicil dan belum tahap satu," ujar Nova ketika dikonfirmasi, Rabu (24/2).

Ia melanjutkan, dalam pengembangan tidak ditemukan fakta baru dari pasangan suami istri sindikan upal tersebut. "Penyebaran uang palsunya di kawasan Kotabaru. Kini kita terus lakukan pemberkasan," tandas Nova.

Pihak Polsek Kotabaru sebelumnya meringkus pasangan suami istri sindikat uang palsu (upal), yakni Ruben Marpaung (27) dan Defi Kartika (23) warga perumahan Kotabaru Indah, Blok F, No 46, RT 39, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru.

Kapolresta Jambi melalui Kapolsek Kotabaru, Kompol Nova Suryandaru mengatakan tertangkapnya kedua pelaku berdasarkan laporan dari warga sekitar yang menyebutkan banyaknya beredar uang palsu di kawasan Perumahan Kotabaru Indah, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru.

"Tim Opsnal kita langsung melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah tersangka," kata Nova, Senin (25/1).

Ia melanjutkan, setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka, petugas mendapati satu unit mesin printer dan beberapa alat pendukung yang digunakan tersangka untuk mencetak uang palsu.

"Selain itu barang bukti uang palsu yang terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebanyak 4 lembar, pecahan Rp 50 ribu ada 6 lembar dan satu lembar pecahan Rp 20 ribu," lanjutnya. Tersangka Defi sebelumnya juga pernah diamankan Polsek Kotabaru tahun lalu.

"Sebelumnya pernah diamankan, karena tersangka Defi tengah hamil delapan bulan jadi kita berikan peringatan saja, namun masih diulanginya," tambah Nova.

"Sekarang tersangka Ruben kita tahan di Polsek Kotabaru sementara istrinya Defi kita titipkan di Mapolresta Jambi," jelasnya.

Sementara itu, Ruben mengatakan, ia sudah lama tidak tinggal bersama istrinya. Dirinya juga tidak mengetahui kalau istrinya masih melakukan pemalsuan uang negara.

"Awalnya aku sama isteri buka fotocopy di Palembang, disana lah awal tahu buat uang palsu. Aku tinggal di mesjid Al falah pasar, sudah lama dak tinggal sama istri. Nggak tahu kalau dia masih buat uang palsu. Pas aku pulang ke rumah, polisi datang dan nemukan uang palsu itu, " tutupnya.

Atas perbuatannya kedua pelaku terancam pasal 244 KUHP tentang Pemalsuan Uang Negara dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved