Ini Kata Sejumlah Masyarakat Jambi Terkait LGBT

Kaum Lesbian, Gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Indonesia kini kian diperangi oleh sejumlah

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI
Deklarasi menolak radikalisme dan LGBT di lapangan Unja, Kamis (11/2) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUMJAMBI.COM JAMBI -  pihak khususnya non LGBT karena berdampak kepada lingkungan sosial di sekitar.

"Mereka yang menikah sesama jenis itu tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan perlindungan hukum yang lazim diberikan kepada pasangan lawan jenis yang menikah," kata Marlin, Warga Villa Kenali Mayang.

Menurutnya, jelas jika masyarakat di Indonesia menolak adanya aktivitas ataupun keterbukaan tentang LGBT karena masyarakat banyak berpegang dengan paham keagamaan.

"Jangan mencari alasan yang jauh, dalam Islam saja sudah tidak dibenarkan," katanya saat ditemui kemarin.

Namun, meskipun kini ada beberapa masyarakat yang sudah lama berkecimpung di dunia LGBT, Marlin berharap mereka tidak menampakkan statusnya kesejumlah masyarakat non LGBT karena akan menimbulkan dampak negatif.

"Di Jambi saja, masyarakat yang melihat cewek merokok saja masih heran. Padahal di Bandung ataupun Jakarta hal itu sudah tidak mengherankan lagi. Apa lagi LGBT," katanya.

Sementara itu, hal serupa juga di katakan warga Simpang Rimbo, Akbar yang menyebut kaum LGBT di Jambi sendiri jelas sudah ada sejak beberapa tahun silam. Namun untuk aktivitasnya sendiri mereka tidak menampakan oleh sejumlah masyarakat.

"Kalau di Jambi mereka masih malu dan masih dihujat orang, makanya banyak yang tidak tahu," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa LGBT merupakan kegiatan yang sudah cukup menyimpang dari ajaran agama.

"Setiap agama saya kira pasti melarang itu," kata Akbar. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved