Kejati Jambi Fokuskan Kredit Macet di BRI

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kejaksan Tinggi Jambi membentuk tim untuk menangani kasus-kasus yang sedang ditangani maupun

Laporan wartawan Tribun Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kejaksan Tinggi Jambi membentuk tim untuk menangani kasus-kasus yang sedang ditangani maupun tunggakan kasus. Ada enam tim yang dibentuk, untuk menuntaskan perkara sedang berjalan maupun tunggakan perkara.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Jambi, Imran Yusuf kemarin. Enam tim yang ada sebut Imran, menangani kasus-kasus yang menjadi sorotan. Seperti kasus kredit macet di BRI yang diterima PT RPL (UD RM), proyek pipanisasi Tanjab Barat, Bansos Pendidikan, dan kasus lainnya.

Karena pihaknya diberikan tempo waktu dan target dalam penyelesaian kasus yang sedang ditangani, minimal kata Imran, ada penyelesaian pada April mendatang. "Ada enam tim masing-masing untuk menyelesaikan tunggakan-tunggakan kasus yang ada. Dan, kita dengan tim sedang menyusun program-program untuk penyelesaiannya," sebut Imran.

"Namun, untuk saat ini, kita fokus ke penanganan kasus BRI RPL dulu. Karena kasus ini kan sudah lama. Kita akan membuat surat ke BPK untuk nantinya mengambil kesimpulan," Imran menambahkan.

Pasca pertemuan dengan pihak Kejagung, sebut Imran, untuk penanganan kasus-kasus yang dalam penyelidikan maupun penyidikan diminta ada progres dan untuk memberikan laporan ke pihak Kejagung.

"Kami juga sedang menyusun program-program dan mengirim surat ke Kejari-kejari agar juga minta percepatan penyelidikan maupun penyidikan. Karena kita diberi waktu satu sampai tiga bulan," terang Imran.

Seperti pernah diberitakan Tribun, kasus kedit macet di BRI Cabang Jambi senilai Rp 52 miliar diterima PT RPL/UD RM sempat terhenti cukup lama, kembali dikoordinasikan oleh penyidik Kejati Jambi dengan pihak BPKP.

Kasus yang bergulir sejak 2010 ini bermula saat UD RM mengajukan pinjaman Rp 52 miliar dengan agunan berupa surat berharga, di antaranya sertifikat. Pengajuan pinjaman ditujukan untuk pengembangan usaha di bidang otomotif seperti showroom jual beli mobil bekas dan perbengkelan mobil atau otomotif.

Tapi, kenyataannya, pinjaman digunakan untuk bidang usaha lain. Hingga akhir masa pinjaman, pihak UD RM tidak bisa melunasi, pihak BRI sempat memberikan tenggang waktu setahun kepada UD RM untuk menjual aset dan membayar pinjaman, namun tidak dilakukan.

Pada proses pemberian kredit ini, pihak Kejaksaan Tinggi Jambi melihat ada ketidakberesan, dan melakukan penyelidikan. Hasilnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, ES mantan AO BRI Jambi, ZM Pimpinan RM dan BS, akuntan publik melakukan pembuatan laporan keuangan UD RM.

"Dari hasil penjualan jaminan yang diagunkan pihak UD Raden Motor, diperoleh pengembalian uang Rp 20 miliar. Sehingga masih ada kekurangan Rp 32 miliar lagi untuk menutup pinjaman Rp 52 miliar itu," kata Kasi Penyidikan, Imran Yusuf belum lama ini. (udi)

Penulis: budi
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved