Sukses Karena Mengolah Gulma Menjadi Teh
Awalnya teh buatannya tersebut tak laku
Penulis: Muzakkir | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Berbekal dari coba-coba akhirnya Busrahanem (45) sukses jadi pengusaha teh Rosela.
Ditemui di kediamannya sekaligus tempat produksinya, Busrahanem bersama suaminya Naswir (45) kompak bercerita bahwa usaha yang menghantarkan ia menjadi pengusaha teh Rosela ini.

Katanya, pertama kali ia kenal tanaman ini pada tahun 2008 silam. Waktu itu ia sebagai petani menganggap bahwa Rosela merupakan gulma yang mengesiti tanamannya dan terpaksa diberantas.
Selain menjadi gulma untuk tanaman diperkebunan mereka. Rosela juga dijadikan bunga hiasan didepan. Sebab bunga Rosela yang dijadikan teh itu cantik dan menarik.
Lantas ketika itu ada PPL datang ke ladangnya menyampaikan bahwa tanaman Rosela banyak khasiatnya, terutama untuk ramuan obat-obatan.
Berbekal informasi itu, ia mulai coba-coba mengolah Rosela untuk dijadikan teh. Setelah itu ia mencoba untuk mempelajari lebih dalam lagi cara pengolahnya.
Seiring waktu berjalan, akhirnya ia mulai memproduksi massal dan memasarkan hasil olahannya ke swalayan. Namun usahanya pada awal itu tak semulus perkiraannya.

Barang yang Ia titipkan ke swalayan sering tak laku. Dan ia terpaksa memungutnya kembali dan memasukkan barang baru ke swalayan itu.
Jangan menyerah sebelum berhasil. Pepatah itu iya sematkan menjadi penyemangatnya dan akhirnya olahan tangannya itu diminati masyarakat dan usahanya berkembang.
"Awalnya susah juga pasarinnya. Barang yang kita titip di swalayan kita tarik sendiri. Trus ada keponakan saya yang mau bantu pasarannya. Alhamdulillah semenjak itu usaha kita berkembang," kata Busrahanem.

Ia menyebut, keterpurukan usahanya itu lebih kurang dua tahun. Yaitu mulai produksi 2008 dan bisa diminati pada 2010.
"Iya hampir dua tahunan gitu gak normal jualan," katanya lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/10022016-busrahanem_20160210_220732.jpg)