EDITORIAL
Jambi Waspada
Editorial Tribun Jambi
TERIAKAN awas galodo dari warga di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sebaiknya jangan diabaikan. Memang lokasi banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Sungai Pagu, Pauh Duo dan Kecamatan Sangir, Solok Selatan. Namun perlu diingat, kawasan sungai di Solok Selatan adalah hulu dari Sungai Batanghari.
Bencana galodo akibat meluapnya Sungai Batang Bangko, Sungai Batang Suliti dan Sungai Batang Lolo, menyebabkan akses jalan Muaralabuh - Padang Aro - Kerinci putus total.
Selain itu, banjir besar juga melanda sejumlah wilayah Payakumbuh, yang menyebabkan akses jalan utama ke Pekanbaru lumpuh.
Peringatan seperti apa bagi warga Jambi, terkait bencana banjir di wilayah tersebut.
Berdasarkan catatan Wikipedia, Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di pulau Sumatera, sekitar 800 km. Hulu dari Sungai Batanghari ini adalah Danau Diatas, di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, dan mengalir ke selatan sampai ke daerah Sungai Pagu, sebelum berbelok ke arah timur.
Aliran dari sungai ini melalui beberapa daerah yang ada di provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batang Hari, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebelum lepas ke perairan timur sumatera dekat Muara Sabak.
Bencana banjir yang kini meluluhlantakkan infrastruktur di wilayah hulu Sungai Batanghari, dapat dipastikan materialnya akan sampai ke ilir sungai.
Selain itu, dalam sepekan terakhir hujan juga turun merata di hampir semua wilayah di Jambi. Tingginya debit air sungai Batanghari, diprediksi akan terus meningkat. Berpadunya aliran sungai dari hulu dan tingginya curah hujan, harus kita waspadai bersama.
Hebatnya kerusakan akibat banjir ini, sejatinya bukanlah tidak ada sebab. Kejahilan manusia memiliki andil besar terhadap bencana yang terjadi. Diketahui bahwa Swarnadwipa dilekatkan untuk sebutan Sumatera yang artinya pulau emas. Hampir di sepanjang sungai Batanghari, banyak ditemukan pertambangan emas tradisional, bahkan sampai menggunakan alat berat. Sudah belasan nyawa yang melayang akibat penambangan liar itu, dan beberapa kali kampung di sekitar lokasi terbenam hingga dua meter akibat banjir.
Mari kita bersama-sama turut mendoakan semoga masyarakat di Solok Selatan dan wilayah yang terkena banjir bandang dan longsor bisa selamat, dan segera mendapatkan bantuan yang layak. Kita juga patut waspada, dan antisipasi akan terjadinya bencana serupa, mengingat cukup banyak wilayah di Jambi yang rawan terjadinya banjir dan longsor. (*)