Health and Beauty
Mengetahui Kesehatan Rahim melalui Skrining
JUMLAH penderita kanker serviks setiap tahun semakin meningkat. Bahaya yang mengancam perempuan
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - JUMLAH penderita kanker serviks setiap tahun semakin meningkat. Bahaya yang mengancam perempuan ini seyogyanya dapat diatasi jika kanker cepat terdeteksi.
Dalam seminar kompetensi bidan untuk screening kanker pada organ reproduksi wanita di RS Siloam Jambi lalu dr Rudy Gunawan, SpOG (K)ONK,DMAS,FICRS mengatakan screening atau skrining merupakan satu cara untuk mendeteksi kanker sejak dini. Baik kanker serviks maupun kanker rahim.
Rudy mengatakan jika kanker terdeteksi dini maka penyebarannya bisa dicegah dan diobati bahkan bisa sembuh total. Disebutkannya skrining yang bisa dilakukan seperti pap smear dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Hal ini bisa mendeteksi apakah seseorang berpotensi mengalami kanker serviks atau tidak.
"Dengan melakukan skrining, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan rahim atau leher rahim. Jika ditengarai adanya kanker, maka harus dilakukan terapi dan pengobatan. Semakin awal diketahui adanya lesi kanker, semakin cepat diobati hingga sembuh," katanya.
Sebaliknya, jika gejala kanker tidak ditemukan maka seseorang tentu akan merasa lebih aman. Pap smear sendiri dapat dilakukan dalam beberapa kondisi. Seperti bisa dilakukan saat tiga tahun sesudah senggama pertama kali atau tidak melebihi usia 21 tahun. "Bukan tiga tahun setelah menikah. Tapi tiga tahun setelah pertama melakukan senggama," tegasnya.
Bagaimana teknis skrining yang ditawarkan dr Rudy Gunawan? Simak berita lengkapnya hanya di Koran Tribun Jambi, edisi Minggu (7/2) besok pada rubrikasi Health and Beauty.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/12042015_kanker_serviks_20150412_123810.jpg)