Setelah Gafatar, Kini Muncul PeTA
"Kita kaji dulu secara selektif, nanti baru kita selidiki," kata Ali Dasril Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Menindak lanjuti dari aksi puluhan ormas dari Patriot Nasional (Patron) terkait tuntutanya untuk tidak memberikan izin kegiatan kepada ormas Pembela Tanah Air (PETA), hal ini ditanggapi serius oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi, Ali dasril. Ked epan, pihaknya akan memperdalami bagaimana latar belakangnya.
"Kita kaji dulu secara selektif, nanti baru kita selidiki," kata Ali Dasril Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi.
Sebelumnya pada beberapa waktu lalu, beredar informasi berdirinya Organisasi Kemasyarakatan PETA di tanah air dan kini sudah merambah ke Provinsi Jambi. Mantan anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor Infanteri, Muhammad Saleh menproklamirkan diri sebagai Panglima Besar organisasi yang tujuannya memperjuangkan hak-hak pribumi dan hegemoni asing.
Muhammad saleh merupakan eks parjurit TNI AD dengan jabatan terakhir wakil koman Yonif 754. Namun sayangnya dari sejumlah pemberitaan Muhammad Saleh yang mundur menjadi prajurit pada tahun 2012 tersebut, memiliki reputasi buruk selama menjadi Anggota TNI.
"Jangan sampai mereka beraktivitas disini," kata Azmir Ketua Patron Jambi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/demo-patron-gafatar-kesbangpol_20160205_104907.jpg)