Kisah Pilu 'Fitri Spiderkid' Sempat Dipukuli Orang sebelum Tewas

Fitri Aulia (14) alias Pipit Spiderkid rupanya sempat dipukuli sebelum tewas tersenggol kereta KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Ranji

bbc.co.uk
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Fitri Aulia (14) alias Pipit Spiderkid rupanya sempat dipukuli sebelum tewas tersenggol kereta KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Ranji, Fitri Aulia (14) alias Pipit Spiderkid rupanya sempat dipukuli sebelum tewas tersenggol kereta KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Ditemui di rumahnya, di Jalan Rusa V, RT 05/04, Sumarni (49), ibunda Pipit dengan hati yang hancur menceritakan kisah memilukan putrinya itu.

"Pipit pas pagi-pagi jam 07.00 itu sempet digebukin orang di jalanan. Digebukinnya gara-gara dia iseng naikin mobil orang. Tetangga yang kasih tau saya pertama kali. Pas saya temuin dia udah tergeletak di tengah. Badannya lebam semua, " kata Sumarni sambil menangis, Kamis (4/2/2016)

Sumarni menjelaskan, selama ini Pipit memang kerap kali dikasari secara fisik oleh beberapa orang yang merasa terganggu dengan kehadiran Pipit. Sumarni pun lalu menggendong Pipit pulang ke rumah. "Saya gendong pulang terus saya tidurin di rumah sampai pukul 09.00 WIB," kata Sumarni.

Sumarni mengatakan, Pipit terus mengeluhkan badan dan kepalanya sakit."Supaya dia seneng, saya ajakin ke tempat main panjat tebing. Saya kasih dia main panjat tebing supaya dia nggak manjat Sutet. Kan lebih positif kalau manjat tebing," kata Sumarni.

Rupanya, kondisi Pipit semakin parah. Pipit berkali-kali muntah dan mengaku kepalanya sakit sekali. "Dia teriak-teriak ke saya kepala dia sakit. Dia suruh saya panggil ojek buat bawa dia ke dokter, " kata Sumarni.

Dalam keadaan panik, Sumarni pun berusaha mencarikan ojek untuk anaknya. "Tapi karena kelamaan, dia akhirnya ngambek, lalu lari ke arah rel kereta dekat rumah," kata Sumarni.

Di rel kereta itulah mendadak Pipit kembali dipukuli orang.Menurut Sumarni, orang yang memukuli Pipit itu memang kerap kali berlaku kasar dengan Pipit.

"Saya kejar Pipit sampai rel kereta, saya lihat dia ditendangin. Pas lagi dipukulin, Pipit buka bajunya. Kalau ada yang jahat sama dia, emang dia selalu buka baju buat pembelaan diri, " kata Sumarni.

Dengan tubuh babak belur, Pipit lalu melarikan diri menyusuri rel menuju Stasiun Pondok Ranji. "Pas saya lihat di Stasiun Pondok Ranji, Pipit udah jatuh di jalan. Nadinya udah nggak ada," kata Sumarni berurai air mata. (Banu Adikara)

Editor: rahimin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved