Waduh, 248 Desa Kena Sunat
Secara keseluruhan 284 desa yang telah mencairkan, hanya 36 desa yang pencairannya mencapai 100 persen alias sampai pada tahap tiga.
Penulis: hendri dede | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Anggaran Dana Desa (DD) 248 desa di Kabupaten Kerinci akan dikurangi pada 2016. Penyebabnya, sejumlah desa hanya mengajukan anggaran sampai tahap dua, sementara aturannya harus sampai tahap tiga.
Secara keseluruhan 284 desa yang telah mencairkan, hanya 36 desa yang pencairannya mencapai 100 persen alias sampai pada tahap tiga.
"Selain Desa Muara Emat, desa yang tidak mencairkan Dana Desa tahap ketiga, tetap bisa dicairkan tahun ini, tapi akan dikurangi sebanyak 30 persen dari anggaran itu," ujar Adli, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Penyuluhan Keluarga Berencana (BPMPDPPKB) Kabupaten Kerinci, Selasa (2/2).
Ia menjelaskan, saat ini anggaran tersebut masih dalam tahap sosialisasi peraturan bupati (perbup). "Hari ini (kemarin, red) sosialisasinya di Ruang Pola Bupati Kerinci, perbup tentang arah penggunaannya. Setelah itu, desa baru melaksanakan rapat desa," ujarnya.
Terkait pencairan Dana Desa tahap pertama 2016, Adly mengatakan pihaknya sedang melakukan sosialisasi peraturan bupati tentang penggunaannya. Setelah itu, baru pemerintahan desa melaksanakan rapat penyusunan RPJM Desa. "Kemudian baru bisa diajukan umuntuk pencairan Dana Desanya dan ADD," jelasnya.
Bupati Kerinci, Adirozal, memberikan catatan kepada para kepala desa dan camat. Pasalnya, tahun ini anggaran Dana Desa cukup besar, mencapai Rp 600 juta, belum lagi guyuran Anggaran Dana Desa (ADD). Adirozal meminta kades membuat program yang jelas, agar kegiatan jelas. Demikian juga dengan SKPD dan kades harus koordinasi supaya anggaran tidak tumpang tindih.
"Jadi program desa dengan program paket SKPD jangan ada yang tumpang tindih," tegas Adirozal.
Bupati meminta para pihak membuat tahapan pembangunan infrastruktur yang benar, terencana, dan untuk pemberdayaan. "Kepala SKPD maupun kades betul-betul evaluasi. Jangan sampai jadi temuan di desa, bagaimana pun penegak hukum akan melirik ke desa ketimbang camat," ungkapnya
Ia memberi pemakluman untuk desa di Kayu Aro, Gunung Kerinci, Air Hangat Timur, dan daerah Ambai, Lempur Batang Merangin. Sebab menurut bupati, dalam dua tahun ini pembangunan infrastruktur masih ada yang dikerjakan.
Akan tetapi wilayah selain desa di kecamatan tersebut, bupati mencatat soal infrastruktur semuanya hampir rampung. "Maka kegiatannya pada pemberdayaan, termasuk kgiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial lainnya, untuk itu direncanakan dengan baik. Camat juga ikut mengawasi agar tepat sasaran," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/25122015_jalan-rusak_20151225_093349.jpg)