Human Interest

GALERI FOTO: Dicereweti Ibu-ibu agar Tidak Sering Datang

Zainal masih ingat betul tepatnya tahun 2011 awal mula ia merantau ke Jambi bersama kuda kesayangannya

GALERI FOTO: Dicereweti Ibu-ibu agar Tidak Sering Datang
TRIBUN JAMBI/HERI PRIHARTONO

TRIBUNJAMBI.COM - Zainal masih ingat betul tepatnya tahun 2011 awal mula ia merantau ke Jambi bersama kuda kesayangannya yang Ia beri nama Putri Salju.

Berbekal niat kuatnya untuk mengubah nasib, Ia dan Putri Salju naik sebuah truk sewa dari kampung halamannnya di Solok, hingga akhirnya tiba di Mersam, Kabupaten Batanghari.

Kala itu ia tidak sendirian, melainkan bersama rekan-rekan seperjuangannya. Mereka menjajakan jasa naik sado (bendi).

Mereka menjual jasa secara nomaden atau berpindah-pindah, hingga akhirnya menyusuri Sungai Tembesi, Muara Bulian, Sungai Bahar, hingga Musi Banyu Asin.

Jarangnya ada kuda di komplek perumahan membuat jasa yang ditawarkannya cukup menarik minat warga, terutama anak-anak.

Sehari ia dapat mengantongi Rp 200 ribu, sebab anak-anak berlomba-lomba ingin naik sado.

"Jika sudah sepi peminatnya di satu daerah kita pindah lagi ke daerah lain," katanya, kemarin (1/2).

Hingga akhirnya sampai di perbatasan Jambi-Palembang, ada rasa lelah dan jenuh di dirinya. Apalagi rekannya sudah kembali ke Solok.

Ia memutuskan tinggal di Kota Jambi, dan mengontrak sebuah rumah di kawasan Marene.

Halaman
123
Penulis: heri prihartono
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved