Warga Jambi Diimbau Waspada Virus Zika

Terkait temuan virus Zika di Jambi, Andi Pada menambahkan ditemukan setelah adanya penelitian yang dilakukan oleh Eijkman

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
AP Photo/Felipe Dana
Bayi Luzia asal Brasil menderita mikrosefali karena diduga terinfeksi virus ZIka yang ditularkan melalui nyamuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI  - Terkait temuan virus Zika di Jambi, Andi Pada menambahkan ditemukan setelah adanya penelitian yang dilakukan oleh Eijkman, yang selama ini fokus melakukan penelitian demam berdarah di Jambi.

Dari 200 sampel yang diperiksa beberapa di antaranya dinyatakan negatif DBD. Namun, setelah dilakukan uji labor pada beberapa sampel yang negatif tadi dtemukan satu penderita positif terjangkit virus Zika.

"Bahman sudah ditanya kepada penderitanya, dia dak pernah keluar negeri. Karena sebetulnya virus ini sudah ada  sejak lama dan terdeteksi sebarannya di Amerika Latin. Untuk Indonesia sendiri baru di Jambi," katanya dikonfirmasi via telpon seluler, Senin (1/2/2016) malam.

Virus ini kata Andi ditularkan melalui nyamuk Aides Aegeptye. Meski pihak Dinkes belum bisa menjamin Jambi aman dari Zika. Namun, ia mengimbau masyarakat Jambi untuk tidak khawatir.

"Kita minta masyarakat tidak resah, dan untuk tetap waspada dengan gejalan demam ini, karna sebetulnya pencegahannya sama dengan nyamuk demam berdarah," katanya.

Andi berharap pemerintah pusat bisa memfasilitasi untuk dilakukan pebelitian lebih lanjut mengenai keberadaan virus Zika di Jambi.

Mengingat, kasus ini cukup merebak di masyarakat dan dikhawatirkan karena cukup sulit untuk mendeteksi dan harus melalui penelitian dan uji laboratorium khusus.

Untuk uji laboratorium sendiri di Jambi belum bisa dilakukan.

"Caranya ya kita minta masyarakat untuk mewaspadai sama seperti kasua DBD. Mencegah berkembangnya jentik nyamuk DBD di lingukang sendiri," katanya.

berdasarkan hasil penelitian Eijkmen, virus Zika cukup berbahaya bagi ibu hamil. Apa lagi bisa mengakibatkan gangguan pada janin yang menyebabkan Microchepaly yang sampai saat ini belum ada obatnya.

Andi mengatakan, meski virus ini terdeteksi di Jambi, namun kasus Microchepaly belum ditemukan di Jambi, "Belum ada kasusnya, karena itu juga bisa disebabkan faktor lain, sejauh ini belum ada kasus kelahiran microchepaly di Jambi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved