Tidak Mau Pulang, Irman: Itu Hak Mereka
Keberadaan eks anggota Gafatar asal Jambi yang berjumlah 28 kepala keluarga kini sudah berada di Tanjung Priok.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keberadaan eks anggota Gafatar asal Jambi yang berjumlah 28 kepala keluarga kini sudah berada di Tanjung Priok. Mereka diantar melalui kapal laut TNI beberapa hari lalu.
Namun sayangnya para eks gafatar tersebut, sudah membuat pernyataan yang berisikan mereka para eks Gafatar tidak mau pulang ke Jambi lagi. Bahkan dua di antaranya sudah memilih untuk pergi ke Pulau Jawa untuk merantau.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat Gubernur Jambi Irman mengatakan eks Gafatar asal Jambi tidak akan mendapat penolakan dari masyarakat Jambi. "Banyak eks Gafatar yang pulang ke Jawa Barat, ke Jogja dan daerah lainnya karena mereka takut mau pulang. Kita menjamin mereka masih diterima di Jambi," ujar Irman usai melantik Penjabat Bupati Batanghari.
Namun ada sebagian warga Jambi yang memilih untuk pulang kampung ataupun merantau, menurut Irman itu hak mereka karena setiap manusia memiliki Hak asasi manusia (HAM)
"kalau mau hidup dimanapun hak asasinya mereka, namun bagi kita mau hidup dimanapun harus dikendalikan agar tidak melakukan ajaran yang menyimpang, agar tidak meresahkan masyarakat," harap Irman.
Proses pemulangan eks gafatar dari kalimantan barat ke Jambi masih di selingi beberapa permintaan oleh eks gafatar salah satunya eks gafatar tidak mau ke Jambi mengunakan pesawat terbang melainkan mengunakan darat atau laut.
"Itu tidak masalah yang paling inti adalah eks gafatar harus dilakukan pembinaan," ujarnya.